Udara di kawasan ketinggian cenderung lebih dingin dibanding pusat Kota Batu. Kabut dapat muncul ketika kelembapan meningkat, terutama pada malam hingga pagi.
Kondisi ini membuat jarak pandang di jalur pegunungan berpotensi menurun. Pengendara maupun wisatawan disarankan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan berkabut.
Perairan Malang Selatan
Setelah kawasan gunung, kondisi perairan Malang Selatan juga perlu diperhatikan. Prakiraan maritim menunjukkan cuaca cenderung berawan tebal.
Pada 9 September, suhu permukaan laut berada di sekitar 24–25°C, dengan kelembapan 85–90 persen.
Gelombang laut diprakirakan mencapai 2,9 meter pada dini hari hingga awal pagi. Pada siang hari tinggi gelombang masih sekitar 2,5–2,6 meter sebelum berangsur turun menjadi sekitar 2,4 meter pada malam.
Angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 7–13 knot. Hembusan angin dapat mencapai sekitar 21 knot pada beberapa periode.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, terutama pengguna perahu kecil. Pengelola wisata pantai juga perlu memperhatikan kondisi gelombang sebelum mengarahkan wisatawan melakukan aktivitas di laut.
Waspadai Perubahan Cuaca
Secara umum, cuaca gunung Malang pada 9 September ditandai suhu rendah di kawasan puncak, kelembapan tinggi, serta potensi perubahan kondisi akibat awan dan gerimis.
Sementara di wilayah laut selatan, ancaman utama berasal dari gelombang yang masih dapat mencapai 2,9 meter.
Pendaki sebaiknya membawa perlengkapan untuk menghadapi suhu dingin dan kemungkinan gerimis. Nelayan serta wisatawan bahari perlu memperhitungkan kondisi gelombang dan angin sebelum beraktivitas di perairan Malang Selatan.