KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID-- SMA Kolese Santo Yusup Malang atau Kosayu sukses mengakhiri AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South dengan gelar juara. Skuad putra Kosayu menaklukkan Charis National Academy Malang dengan skor 12-6 dalam laga final di GOR Ken Arok, Malang, Jumat 4 September 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasi Kosayu di pertandingan puncak AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South. Mereka mampu mengendalikan permainan setelah sempat tertinggal tipis pada awal laga.
Selain trofi juara, Kosayu juga membawa pulang penghargaan individu. Pemain kelas 10 Calvin Marcello dinobatkan sebagai Most Valuable Player atau MVP sektor putra.
Kosayu Bangkit setelah Sempat Tertinggal
Kosayu langsung membuka perolehan angka melalui tembakan Jevan Christian. Charis kemudian memberikan respons dan sempat membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Situasi tersebut tidak berlangsung lama. Kosayu segera menemukan kembali ritme permainan dan mengambil alih kendali pertandingan.
Pertahanan disiplin menjadi salah satu kunci kemenangan Kosayu. Pemain Charis kesulitan menemukan ruang untuk menembus pertahanan lawan.
Di sisi lain, serangan Kosayu berjalan lebih variatif. Permainan kolektif juga terlihat dari kontribusi seluruh pemain yang turun dalam laga final.
Hingga pertandingan berakhir, Kosayu mampu mempertahankan keunggulan dan mengunci kemenangan 12-6.
Calvin Marcello Jadi Motor Kosayu
Calvin Marcello (tengah) saat mendapat predikat Most Valuable Player AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South. -dbl.id--
Calvin Marcello tampil sebagai pencetak angka terbanyak Kosayu dengan torehan empat poin. Jevan Christian dan Michael Lois masing-masing menyumbangkan tiga poin.
Sementara itu, Nico Oktavio menambah dua poin untuk memastikan kemenangan Kosayu.
Performa tersebut mengantarkan Calvin sebagai MVP AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South sektor putra.
Statusnya sebagai pemain kelas 10 tidak menghalangi Calvin tampil percaya diri di pertandingan penentuan. Justru pengalaman bermain 3X3 menjadi kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan individu.
Menurut Calvin, format 3X3 memberikan tantangan berbeda dibandingkan permainan basket lima lawan lima.
Dalam 3X3, pemain dituntut lebih cepat mengambil keputusan. Ruang permainan lebih terbatas sehingga kemampuan mengolah bola, membaca situasi, serta memenangkan duel individu menjadi semakin penting.