Pesantren tersebut memiliki sekitar 1.000 santri dan santriwati. Setelah munculnya gejala pada sejumlah santri, para korban kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Pesantren Buka Posko Pemantauan
Pengasuh pesantren juga membuka posko untuk memantau kondisi santri yang masih menjalani perawatan maupun yang sudah diperbolehkan pulang.
Pengurus pesantren diterjunkan untuk mendampingi para santri serta orang tua atau wali selama proses penanganan.
Pihak pesantren juga memastikan keberadaan aparat keamanan di sekitar lokasi bukan untuk melakukan penjagaan terhadap pesantren, melainkan membantu proses penanganan dan evakuasi para santri yang terdampak.
Sementara itu, BGN masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab insiden keamanan pangan tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan terhadap pengelolaan SPPG Tanggulangin Kalitengah.