Sementara itu, SMA Laboratorium UM dan SMAN 4 Malang juga bertemu dalam laga penutup hari ke-11. Kedua tim sama-sama membawa catatan dua kekalahan sehingga pertandingan menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki catatan mereka.
Dari 5v5 hingga 3x3
Kemeriahan DBL Malang 2026 tidak hanya datang dari pertandingan basket lima lawan lima. Persaingan AZA 3X3 Competition East Java-South juga berlangsung sengit.
Pada 23 Agustus, pertandingan 3x3 memasuki fase menuju perempat final. SMAN 7 Malang dijadwalkan menghadapi SMA Islam Malang, sementara SMAN 1 Dampit bertemu SMAN 1 Batu.
Kompetisi Junior DBL 2026 Malang juga ikut meramaikan rangkaian pertandingan di GOR Ken Arok. SMP Kolese Santo Yusup 1 Malang dan SMP Negeri 04 Malang bertarung memperebutkan tempat di semifinal.
Kosayu Bidik Lebih dari Sekadar Playoff
Lolos sebagai juara grup belum membuat Kosayu berpuas diri. Coach Mangkung justru melihat fase playoff sebagai ujian sebenarnya.
Kosayu diperkirakan menghadapi lawan kuat pada fase berikutnya. Charis National Academy Malang maupun SMAN 1 Bululawang menjadi dua tim yang disebut berpotensi menjadi lawan mereka.
Namun, Mangkung menegaskan Kosayu memiliki kekuatan pada kolektivitas. Menurutnya, keberadaan satu atau dua pemain bintang tidak cukup untuk mengalahkan tim yang memiliki sistem permainan dan kedalaman skuad.
"Kalau mereka punya satu atau dua pemain kunci, kami punya 12 orang yang bermain kolektif. Kolektivitas itu jauh lebih sulit ditundukkan," tegas Mangkung.
Dengan fase grup yang semakin rampung, persaingan DBL East Java-South 2026 kini memasuki tahap yang jauh lebih menentukan. Kosayu telah mengamankan satu tempat. Tim-tim lain masih harus bertarung untuk menyusul.
Bagi basket Malang, perjalanan di GOR Ken Arok belum selesai. Justru, persaingan menuju gelar juara kini memasuki fase yang semakin panas.