MALANG, DISWAYMALANG.ID - Lembaran sejarah baru bagi stabilitas politik dan kemanusiaan di Tanah Rencong terukir indah pada 15 Agustus 2005. Saat itu, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia. Peristiwa itu sekaligus menandai berakhirnya pertikaian bersenjata yang berlangsung puluhan tahun.
Peringatan bersejarah ini terus diselenggarakan setiap tahunnya untuk merawat ingatan kolektif masyarakat akan pentingnya merawat rekonsiliasi serta menjaga integrasi bangsa.
UU tentang Pemerintahan di Aceh
Penyelesaian konflik secara bermartabat tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. Kesepakatan historis ini menjadi fondasi utama lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang memberikan kerangka otonomi khusus serta kewenangan luas bagi tata kelola pembangunan daerah.
Proses perdamaian yang berkelanjutan membawa dampak positif yang signifikan bagi pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta reintegrasi sosial mantan kombatan dan masyarakat terdampak konflik. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa seluruh poin kesepakatan damai tetap berjalan secara konsisten dan berkeadilan.
Melalui momentum Peringatan Hari Damai Aceh, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga iklim kondusif, memperkuat persatuan, serta mengawal pembangunan yang inklusif di Provinsi Aceh. Ketenangan dan keharmonisan yang telah terjalin menjadi modal sosial berharga untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara merata di masa mendatang.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya 15 Agustus: Masih Bediding Malam hingga Dini Hari, Siang Panas
Peringatan Tahun Ini
Peringatan Hari Damai Aceh 2026 dilakikan dengan beberapa kegiatan. Antara lain:
Zikir dan Doa Bersama: Digelar serentak di berbagai wilayah, termasuk acara pusat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh serta di masjid-masjid agung kabupaten/kota.
Gerakan Pangan Murah (GPM): Diadakan melalui kegiatan Expo untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe mengajak seluruh masyarakat merawat harmoni sosial dan memperkuat persatuan lintas generasi.