Karena itu, pustakawan justru dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kemampuan literasi data, pengelolaan informasi digital, pemanfaatan AI, hingga komunikasi, menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.
Teguh Yudi Cahyono SI Pust MM--
Transformasi tersebut juga membutuhkan dukungan perguruan tinggi. Perpustakaan dinilai perlu ditempatkan sebagai bagian strategis dari ekosistem pendidikan dan penelitian, bukan sekadar unit pelayanan.
Perubahan teknologi membuat paradigma terhadap profesi pustakawan perlu diperbarui. Pustakawan tidak lagi hanya bertugas menjaga koleksi dan melayani peminjaman buku, tetapi juga menjadi mitra pembelajaran, pendamping penelitian, serta penggerak literasi digital.
BACA JUGA:Indonesia vs Singapura Berakhir 1-1, Gol Ragnar Oratmangoen Belum Cukup di AFF Cup 2026
Teguh menilai keberadaan pustakawan akan semakin penting ketika masyarakat menghadapi volume informasi yang semakin besar dan teknologi yang semakin mudah menghasilkan konten.
Dengan demikian, tantangan pustakawan ke depan bukan mempertahankan peran lama, melainkan beradaptasi dengan kebutuhan baru.
Pustakawan bukan sekadar penjaga koleksi, tetapi penjaga kualitas pengetahuan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan AI.