Ramainya kunjungan wisatawan juga mulai menggerakkan perekonomian warga. Sejumlah warung makan, kedai kopi, hingga pelaku UMKM mulai bermunculan di sekitar kawasan wisata tersebut.
Pemerintah Kabupaten Malang pun menilai keberadaan jembatan ini tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui sektor perdagangan, UMKM, dan pariwisata desa.
Warung Bu Nik yang ramai dikunjungi wisatawan lokal saat berada di Jembatan Garuda Termangu-Agsant-diswaymalang.id
Tetap Utamakan Keselamatan
Meski menawarkan panorama yang indah, pengunjung tetap diimbau mematuhi aturan keselamatan saat berada di kawasan Jembatan Garuda Termangu.
Mengingat konstruksinya merupakan jembatan gantung yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, pengguna diminta tidak berhenti terlalu lama di tengah jembatan, tidak berdesakan, serta selalu mengutamakan keselamatan saat melintas.
Karakteristik jembatan gantung yang bergoyang ketika dilintasi merupakan hal yang normal. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan berhati-hati selama berada di lokasi.
BACA JUGA:Lataran Sendayu Dau, Destinasi Kuliner 'Hidden Gem' dengan Panorama Lembah 180 Derajat
Rute Singkat dari Kepanjen
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, berikut rute menuju Jembatan Garuda Termangu:
-
Dari pusat Kota Kepanjen, arahkan kendaraan menuju Desa Mangunrejo.
-
Buka Google Maps dan masukkan tujuan Warkop Pak Ribut.
-
Setelah tiba di Warkop Pak Ribut, lanjutkan perjalanan sekitar 1,5 kilometer menuju Jembatan Garuda Termangu.
-
Ikuti petunjuk arah di lokasi dan selalu perhatikan kondisi jalan desa.
Dengan akses yang semakin mudah, panorama Sungai Brantas yang memikat, serta peran pentingnya sebagai penghubung dua kecamatan, Jembatan Garuda Termangu diperkirakan akan terus menjadi salah satu ikon wisata baru sekaligus infrastruktur strategis di Kabupaten Malang.