MALANG, DISWAYMALANG.ID - Keputusan Nova Widianto mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih kepala ganda campuran Malaysia memunculkan spekulasi baru di dunia bulu tangkis. Pengumuman resmi dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) pada Kamis, 30 Juli 2026, langsung dikaitkan dengan posisi pelatih kepala ganda campuran PBSI yang saat ini sedang kosong.
Nama Nova Widianto menjadi perbincangan setelah BAM memastikan sang pelatih akan mengakhiri tugasnya pada akhir Juli 2026 dan kembali ke Indonesia. Di saat yang hampir bersamaan, PP PBSI juga mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala ganda campuran Rionny Mainaky beserta asistennya, Amon Sunario.
Rangkaian peristiwa tersebut membuat banyak pihak menduga Nova Widianto berpeluang besar kembali bergabung dengan PBSI. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PBSI maupun Nova yang mengonfirmasi kabar tersebut.
BAM Resmi Umumkan Kepergian Nova
Dalam pernyataan resminya, BAM menyampaikan apresiasi atas dedikasi Nova Widianto selama menangani sektor ganda campuran Malaysia. Federasi juga menegaskan bahwa mantan juara dunia asal Indonesia itu akan kembali ke Tanah Air setelah masa tugasnya berakhir pada akhir Juli.
Selama menangani Malaysia, Nova dinilai berhasil meningkatkan kualitas sejumlah pasangan ganda campuran. Salah satu pencapaian yang cukup menonjol adalah perkembangan pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei yang beberapa kali meraih hasil positif pada turnamen BWF World Tour.
Selain kemampuan menyusun strategi pertandingan, Nova juga dikenal memiliki pendekatan komunikasi yang baik dengan para atlet sehingga mampu membangun suasana latihan yang kondusif.
Posisi Pelatih PBSI Masih Menunggu Pengumuman
Di Indonesia, sektor ganda campuran tengah memasuki masa transisi setelah PBSI mengakhiri kerja sama dengan Rionny Mainaky dan asistennya, Amon Sunario.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, sebelumnya menyampaikan bahwa federasi telah memiliki kandidat untuk mengisi posisi pelatih kepala ganda campuran. Namun, proses penunjukan masih harus melalui tahapan administrasi dan pembahasan internal.
PBSI menargetkan pengumuman resmi pelatih baru dilakukan pada Agustus 2026. Hingga saat ini, identitas kandidat tersebut belum diumumkan kepada publik.
Rekam Jejak Nova Jadi Alasan Munculnya Spekulasi
Spekulasi yang berkembang tidak lepas dari rekam jejak Nova Widianto sebagai salah satu legenda ganda campuran Indonesia.
Saat masih aktif sebagai pemain, Nova sukses meraih berbagai prestasi internasional, termasuk gelar juara dunia 2005 bersama Lilyana Natsir serta medali perak Olimpiade Beijing 2008.
Setelah pensiun, Nova juga pernah menjadi pelatih sektor ganda campuran Indonesia sebelum menerima tawaran melatih Malaysia. Pengalaman menangani atlet dari dua negara membuat namanya dinilai layak apabila kembali dipercaya memperkuat jajaran pelatih PBSI.
Nama Vita Marissa Ikut Mencuat
Selain Nova, nama Vita Marissa juga ramai diperbincangkan sebagai sosok yang berpotensi bergabung dalam tim kepelatihan baru.
Mantan pemain nasional tersebut memiliki pengalaman panjang sebagai atlet elite di sektor ganda putri dan ganda campuran. Setelah pensiun, Vita aktif membina atlet muda dan dikenal memiliki kemampuan teknis, terutama dalam permainan depan net serta koordinasi antarpasangan.
Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari PBSI mengenai kemungkinan keterlibatan Vita Marissa. Karena itu, wacana duet Nova Widianto dan Vita Marissa masih sebatas spekulasi.