BATU,DISWAYMALANG.ID--Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Wali Kota Batu Nurochman turun langsung meninjau kegiatan di dua sekolah berbeda. Rabu (15/7/2026) pagi, orang nomor satu di Kota Batu ini menyambangi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baiturrohmah di Kelurahan Ngaglik dan dilanjutkan ke SMP Darush Sholihin di Jalan Suropati, Pesanggrahan.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses MPLS tahun ajaran 2026/2027 berjalan lancar, kondusif, dan sesuai dengan tujuan awal yaitu membantu siswa baru beradaptasi.
BACA JUGA:Pemkot Batu Siap Sukseskan Kirab Wisuda 113 Sarjana Teknik Poltekad
"Saya hadir untuk melihat langsung proses MPLS yang sekarang sudah masuk hari ketiga. Yang utama adalah memastikan bahwa proses ini berjalan dengan baik, dan lingkungan sekolah benar-benar mendukung kegiatan ini," ujar Cak Nur, sapaan akrab Nurochman.
Dalam peninjauan tersebut, Cak Nur juga mengecek langsung bagaimana interaksi antara guru dan siswa, kondisi anak-anak, serta kesiapan fasilitas penunjang di sekolah. Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah fondasi awal bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan baru.
"Pengenalannya harus terus berjalan. Anak-anak harus merasa enjoy, nyaman dengan tempatnya, nyaman dengan teman barunya. Ini merupakan basic dari orientasi agar anak-anak bisa segera beradaptasi dengan lingkungan baru," jelasnya.
BACA JUGA:Wali Kota Malang Dorong UMKM Kuasai Desain Grafis, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Digital
Isu perundungan dalam MPLS menjadi perhatian serius Cak Nur. Ia menegaskan bahwa Pemkot Batu berkomitmen penuh untuk mewujudkan MPLS Tanpa Bullying di seluruh sekolah. Menurutnya, masa orientasi seharusnya menjadi momentum yang menyenangkan, aman, dan edukatif untuk menyambut siswa baru, bukan justru menjadi ruang intimidasi.
Oleh karena itu, Pemkot mendorong pihak sekolah untuk mengganti kegiatan fisik yang tidak relevan dengan program-program kreatif yang berfokus pada penguatan karakter, pengenalan budaya sekolah yang ramah, serta penanaman nilai-nilai saling menghargai sejak hari pertama masuk sekolah.
BACA JUGA:Mendagri Waspadai Lonjakan Harga Pangan, Inflasi Nasional Capai 3,34 Persen
"Saya sudah berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah. Kita harus memastikan bahwa proses MPLS ini, masa orientasi ini, secara psikologis harus bagus. Jangan sampai ada siswa yang tertekan.
Cak Nur meminta seluruh pihak sekolah untuk memastikan tidak ada praktik kekerasan dalam bentuk apapun. Ia berharap, dengan pengawasan yang ketat dan komunikasi yang baik antara Pemkot, sekolah, dan orang tua, setiap siswa baru dapat melalui masa perkenalan dengan rasa aman dan bahagia.
"Untuk murid baru, teruslah semangat. Kenali lingkunganmu, kenali teman-temanmu, agar bisa menjadi bagian dari proses belajar mengajar yang baik. Taati perintah guru, dan gurunya juga harus adaptif dalam mendampingi anak-anak*," pesannya.
BACA JUGA:Angka Wisman Naik, Terbanyak Masih Hongkong, Kota Batu Siap Garap Wisatawan dari Luar Jawa Timur
Cak Nur berharap, dengan awal yang baik melalui MPLS yang menyenangkan, para siswa dapat memulai perjalanan pendidikan dengan semangat baru dan prestasi yang membanggakan.