8 Langkah agar Petugas Sensus Ekonomi Disambut Baik oleh Warga

Rabu 15-07-2026,10:54 WIB
Reporter : Muhammad Sholeh
Editor : Mohammad Khakim

BATU, DISWAYMALANG.ID--Menjadi petugas sensus ekonomi 2026 bukan hanya sebatas tugas teknis untuk mencatat dan menginput data ke dalam sistem. Tantangan yang paling besar justru ada pada sisi pendekatan kepada masyarakat. 

Bagaimana caranya agar responden bersedia membuka pintu rumahnya, bersedia meluangkan waktu untuk diajak berdiskusi, dan yang paling penting adalah bersedia memberikan jawaban yang jujur, lengkap, dan sesuai dengan kondisi usaha yang sebenarnya.

BACA JUGA:Tips Anti-Loyo dan Tetap Semangat Menjalani MPLS

Berikut tips yang bisa kamu pakai di lapangan agar lebih mudah diterima masyarakat:

1. Persiapan Penampilan dan Identitas yang Rapi

Kesannya pertama menentukan. Gunakan atribut lengkap seperti rompi, topi, ID card, surat tugas. Jangan lupa bawa tablet/kuesioner dengan rapi. Tujuannya agar responden langsung tahu kamu petugas resmi, bukan sales atau penipu.

Berpakaian sopan dan rapi sesuai budaya setempat. Di Kota Batu misalnya, hindari pakaian terlalu santai.

2. Buka Sapaan dengan Ramah dan Bahasa yang Sopan

Jangan langsung nembak pertanyaan sensus. Contoh pembuka: "Selamat pagi Bapak/Ibu. Perkenalkan saya dari BPS, sedang melakukan Sensus Ekonomi 2026, Mohon izin beberapa menit untuk wawancara ya Bu.

Senyum, tundukkan badan sedikit, dan sebut nama dengan jelas. Gunakan bahasa yang sehari-hari dipakai warga. Kalau di desa, bisa pakai bahasa Jawa halus.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 15 Juli Dominan Cerah, Awan Tebal Siang di Batu-Pujon-Ngantang, Bediding Malam di Kabupaten

3. Jelaskan Tujuan dengan Singkat, Jelas, dan Bermanfaat

Banyak responden takut datanya disalahgunakan. Tenangkan mereka. Data ini untuk perencanaan pembangunan. Nanti bisa dipakai untuk bantuan sosial, sekolah, dan layanan kesehatan. Semua data dijamin rahasia sesuai UU Statistik. Hindari istilah teknis. Jelaskan 1-2 kalimat saja.

4. Tunjukkan Rasa Hormat pada Waktu Responden

Pilih waktu yang tepat. Hindari jam masak, jam istirahat siang, atau saat warga baru pulang kerja. Tanyakan dulu, Bapak/Ibu ada waktu 10-15 menit. Kalau responden sibuk, minta jadwal lain. Jangan memaksa. Petugas yang menghargai waktu, biasanya lebih dihargai.

Kategori :