BACA JUGA:Tikungan Terakhir Ubah Segalanya! Veda Ega Pratama Amankan P8 pada Moto3 Jerman 2026
“Batik bukan sekadar kain. Batik adalah identitas, kreativitas, dan masa depan ekonomi masyarakat. Karena itu regenerasi harus terus dilakukan agar semakin banyak warga mampu membatik dan bangga memakai karya Kota Malang,” ujar Ki Demang.
Pada kesempatan tersebut, APBKM juga mengumumkan akan menggelar Peringatan Hari Batik Nasional 2026 bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya pada 4 Oktober 2026 di Alun-Alun Kota Malang.
Agenda tersebut akan diisi dengan Membatik Bersama, Fashion Show Batik, Cosplay Batik, Pameran Batik, peluncuran buku batik, hingga peluncuran motif batik khas Kota Malang.
Ki Demang optimistis kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat akan semakin mengangkat eksistensi Batik Kota Malang di tingkat nasional hingga internasional.
“Hari Batik Nasional tahun ini kami jadikan momentum menunjukkan bahwa Batik Kota Malang terus tumbuh. Kami ingin batik daerah ini semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.