JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Indonesia secara resmi masuk dalam bursa pencalonan tuan rumah ajang bergengsi baru FIFA ASEAN Cup 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa Indonesia menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang mengajukan diri secara resmi untuk menyelenggarakan turnamen tersebut. Kendati demikian, Erick mengingatkan publik sepak bola tanah air bahwa langkah Indonesia tidak akan mudah karena harus bersaing ketat dengan negara-negara tetangga.
Turnamen yang direncanakan bergulir pada 21 September hingga 6 Oktober 2026 ini sangat menarik perhatian karena bertepatan langsung dengan kalender resmi FIFA Matchday. Statusnya yang berada di bawah naungan langsung induk organisasi sepak bola dunia membuat daya tarik kompetisi ini melonjak drastis. Akibatnya, beberapa negara di kawasan ASEAN kini tengah saling sikut demi mendapatkan hak prestisius sebagai penyelenggara.
BACA JUGA:Air Mata Portugal! Spanyol Singkirkan Cristiano Ronaldo Cs, Mimpi Juara Piala Dunia 2026 Kandas
"Mengenai FIFA ASEAN Cup, kami masih menunggu keputusan dari FIFA. Kami tahu sekarang ada event besar yaitu Piala Dunia 2026. Memang ada beberapa negara yang mengajukan sebagai tuan rumah. Jadi, kami juga berkompetisi dengan beberapa negara," ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan di Jakarta.
Kandidat Kuat Divisi 1
Sebelum pernyataan resmi ini keluar, rumor di kalangan pencinta sepak bola regional memang sudah berembus kencang. Indonesia santer dikabarkan menjadi kandidat terkuat untuk menjadi tuan rumah khusus bagi Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Menurut skema yang beredar, divisi utama ini nantinya akan diikuti oleh delapan tim nasional terbaik yang memiliki peringkat tertinggi atau lolos kualifikasi di kawasan ini.
BACA JUGA:Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Haaland, Mbappe, dan Messi Saling Sikut, Harry Kane Tempel Ketat!
Namun, Erick Thohir memilih untuk tetap membumi dan meminta semua pihak bersabar. PSSI tidak ingin terbuai dengan status "kandidat kuat" sebelum hitam di atas putih diterbitkan oleh FIFA. Menurutnya, proses bidding atau pengajuan diri di FIFA selalu melibatkan penilaian yang sangat objektif dan detail, mulai dari kesiapan infrastruktur stadion, akomodasi, hingga jaminan keamanan.
Menanti Keputusan FIFA
Saat ini, bola sepenuhnya berada di tangan FIFA. Erick menegaskan bahwa seluruh dokumen dan komitmen kesiapan Indonesia sudah disampaikan dengan baik. Sekarang, tugas PSSI adalah terus melakukan diplomasi internasional dan meyakinkan para petinggi FIFA bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang bagus dalam menggelar ajang internasional.
BACA JUGA:Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jalur Neraka Menuju Final Resmi Terbentuk, Brasil Jadi Korban
Jika Indonesia berhasil memenangkan proses bidding ini, hal tersebut akan menjadi torehan sejarah baru. Dukungan penuh dari suporter fanatik timnas diyakini akan menjadi nilai plus yang tidak dimiliki oleh negara kompetitor lainnya dalam proses seleksi ini.