MALANG, DISWAYMALANG.ID --Memancing di bendungan itu seperti membaca teka-teki. Hamparannya yang luas dan airnya yang dalam sering membuat pemancing pemula bingung: Di sebelah mana ya yang ada ikannya? Salah memilih tempat, bisa-bisa seharian kita hanya melamun memandangi pelampung tanpa ada tarikan sama sekali alias boncos.
Nah, agar petualangan memancing Anda berikutnya lebih produktif dan seru, kita bedah rahasia membaca tempat, persiapan, hingga tips amannya!
Tempat Berburu: Di Mana Ikan Suka 'Nongkrong'?
Menemukan ikan di bendungan luas sebenarnya tidak sulit itu kalau kita tahu apa yang mereka cari: makanan, tempat sembunyi, dan oksigen.
Daerah yang Ramah Ikan (Potensi Serangan)
Ikan di bendungan paling suka berdiam di area yang memiliki struktur. Jangan memancing di tempat yang polos! Cari titik-titik ini:
- Pohon Tumbang dan Tunggul Kayu: Ini adalah "mall" bagi para ikan. Ranting dan batang kayu yang tenggelam menjadi tempat perlindungan favorit ikan kecil, yang otomatis memancing ikan predator besar seperti Toman, Gabus, atau Hampala untuk datang berburu.
- Pertemuan Arus (Muara): Tempat di mana ada aliran sungai kecil masuk ke bendungan. Udara yang mengalir membawa pasokan oksigen segar dan makanan alami yang berlimpah. Ikan Nila dan Mujair sangat betah di sini.
- Pinggiran yang Rindang: Area bawah pohon yang daunnya menjuntai ke udara. Selain sejuk dari terik matahari, serangga yang jatuh dari pohon menjadi camilan gratis bagi ikan.
BACA JUGA: Sasaran Agar Tak Salah! Kenali Ukuran Mata Kail dan Peruntukannya sebelum Berangkat Kemuliaan
- Sekitar Keramba (KJA): Jika di daratan ada budidaya ikan keramba, memancinglah di sekitarnya (tentu dengan izin pemiliknya). Sisa-sisa pelet yang hayut dari keramba sukses membuat ikan-ikan pembohong berkumpul di bawah.
Daerah yang memberi izin Dilewati (Zonasi Sepi)
- Dasar Berpasir yang Polos: Tanpa batu atau kayu, ikan merasa telanjang dan takut karena mudah dilihat oleh predator atas seperti burung.
- Tengah Bendungan yang Terlalu Dalam: kecuali Anda menggunakan kapal dan mengincar ikan monster, area tengah yang sangat dalam biasanya minim oksigen di bagian dasarnya, sehingga ikan lebih memilih bermain di tepi atau kedalaman sedang.
BACA JUGA: Rahasia Alat Pancing Awet: Tips Simpel Merawat Joran dan Senar agar Tak Gampang Patah dan Putus
Untuk membuktikannya, mari kita bincang-bincang dengan Samsul Huda (57), seorang pemancing asal Batu yang sudah belasan tahun menjelajahi berbagai bendungan besar.
Kalau di pinggir banyak anak ikan kecil (rebon) atau sesekali ada riak air lompat, itu tandanya ekosistem hidup. Kalau airnya bening banget tapi mati tanpa ada pergerakan, mending langsung pindah tempat, jangan buang waktu di situ,” katanya.
Umpan apa yang paling 'joss' buat dibanjiri?
"Tergantung target. Kalau mau santai dapet Nila atau Mujair rame-rame, pakai lumut sawah yang segar atau cacing tanah. Tapi kalau nyari sensasi tarikan predator, pakai udang hidup yang dikaitkan di ekornya, atau main cast pakai umpan tiruan (umpan) di dekat tunggul kayu. Dijamin joran melengkung!"
BACA JUGA: Antusiasme Pemancing Malang Raya: Berburu 'Monster' Air Tawar di Tengah Kesejukan Alam
Persiapan Tempur: Jangan Sampai Kurang Senjata
Sebelum berangkat dari rumah, pastikan kotak pancing dan tas logistikmu sudah terisi barang-barang wajib berikut:
- Peralatan: Bawa joran dengan karakter medium-heavy jika targetnya ikan besar agar tidak patah saat ikan masuk ke sela-sela mengomel kayu. Gunakan senar jenis PE (Braided) karena lebih tangguh saat digunakan dengan batu atau kayu tajam.
- Logistik: Topi, kacamata hitam polarized (sangat membantu melihat struktur di udara), dan jas hujan. Jangan lupa membawa bekal air minum dan makanan yang cukup, karena jalan pulang dari tempat membentang biasanya cukup menguras tenaga.
Keselamatan Nomor Satu
Bendungan itu indah, tapi juga menyimpan bahaya seperti arus bawah yang kuat dan dasar yang berlumpur dalam. Kang Dadang memberikan wejangan penting soal keselamatan:
BACA JUGA: Hobi Burung alias Kicau Mania: Pengobat Stres, Menghasilkan Cuan
"Banyak pemancing yang memecah sedimen karena airnya terlihat tenang. Padahal, pinggirannya sering curam dan licin. Pesan saya, kalau memancing di rakit atau perahu, wajib pakai pelampung (jaket pelampung). Terus, kalau cuaca mendung dan mulai terdengar suara petir, langsung amankan joran karbonmu. Joran karbon itu seperti penangkal petir berjalan, bahaya sekali. Lebih baik istirahat dulu di gubuk."
Memancing di bendungan memang membutuhkan kesabaran ekstra, namun kepuasan saat joranmu ditarik oleh ikan pembohong bendungan rasanya tidak ada duanya. Selamat mencoba, tetap jaga kebersihan, dan salam strike!