JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Pengisian daya masih menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan calon pembeli motor listrik. Selain kapasitas baterai dan jarak tempuh, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya juga menjadi pertimbangan sebelum memutuskan beralih dari motor berbahan bakar bensin.
Melihat kebutuhan tersebut, Indomobil eMotor Sprinto menghadirkan solusi melalui opsi fast charging. Fitur ini menjadi salah satu pembeda dibanding sebagian motor listrik di kelas harga Rp25 jutaan, meski pengguna perlu memenuhi beberapa persyaratan sebelum dapat memanfaatkannya.
Dengan harga Rp25,75 juta on the road Jakarta, Indomobil eMotor Sprinto tidak hanya menawarkan performa dan fitur modern, tetapi juga memberikan pilihan sistem pengisian daya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Charger Standar Butuh Sekitar Enam Jam
Sprinto dibekali baterai berkapasitas 2,45 kWh yang dapat diisi menggunakan charger bawaan berdaya 450 watt.
Dengan perangkat tersebut, proses pengisian dari kondisi baterai kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar enam jam. Waktu ini dinilai masih cukup ideal untuk pengisian pada malam hari ketika motor tidak digunakan.
Keunggulan charger standar adalah konsumsi daya listrik yang relatif kecil sehingga masih dapat digunakan di rumah dengan daya listrik 900 watt.
Tersedia Opsi Fast Charging
Selain charger standar, Indomobil juga menyediakan perangkat fast charging sebagai aksesori tambahan.
Fast charger tersebut memiliki daya hingga sekitar 3.300 watt sehingga mampu mempercepat proses pengisian baterai dibanding charger bawaan.
Namun, perangkat ini dijual terpisah sehingga pengguna perlu mengeluarkan biaya tambahan apabila ingin menikmati proses pengisian yang lebih singkat.
Perlu Daya Listrik Lebih Besar
Meski menawarkan pengisian yang lebih cepat, penggunaan fast charger memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan listrik di rumah.
Karena membutuhkan daya sekitar 3.300 watt, pengguna disarankan memiliki kapasitas listrik rumah yang lebih besar agar proses pengisian berjalan optimal tanpa mengganggu penggunaan perangkat elektronik lainnya.
Selain itu, ukuran perangkat fast charging juga lebih besar dibanding charger standar sehingga kurang praktis apabila harus selalu dibawa saat berkendara.
Tetap Menawarkan Daya Jelajah Kompetitif
Sprinto sendiri menawarkan jarak tempuh yang cukup kompetitif untuk penggunaan harian.
Dalam mode Comfort, motor listrik ini mampu menempuh sekitar 116 hingga 120 kilometer. Pada mode Sport, daya jelajahnya berkisar 85 hingga 90 kilometer, sedangkan mode Boost mencapai sekitar 75 kilometer.
Pilihan tiga mode berkendara tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan kebutuhan antara efisiensi energi dan performa.