KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Rajin Menabung (RABU). Langkah tersebut ditandai dengan sosialisasi bertema “Pelajar Makmur Cerdas Finansial” yang dibuka langsung oleh Bupati Malang M Sanusi di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, jajaran Pemkab Malang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang. Hadir pula, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Direktur Utama BPR Artha Kanjuruhan, kepala sekolah, tenaga pendidik, hingga pelajar dari jenjang SD, SMP, dan MTs negeri maupun swasta.
BACA JUGA:Investasi Emas Jadi Topik Seru dalam Special Talks with Dahlan Iskan
Bupati Sanusi menegaskan, kemampuan mengelola keuangan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap layanan keuangan dan transaksi digital harus diimbangi dengan pemahaman yang baik agar pelajar tidak terjebak pada perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal.
“Pada era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan,” ujar Sanusi.
BACA JUGA:FIB UB Dorong Industri Budaya dan Kreatif sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Indonesia
Ia menilai Program KEJAR dan RABU menjadi langkah strategis untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian finansial melalui kepemilikan rekening tabungan sejak dini.
Sanusi mengungkapkan, hingga saat ini Program KEJAR di Kabupaten Malang telah mencatat sekitar 1,35 juta rekening pelajar yang tersebar di berbagai lembaga perbankan. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses layanan keuangan bagi peserta didik di Kabupaten Malang.
Meski demikian, ia berharap budaya menabung tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
BACA JUGA:Pakar Ekonomi UB Dorong Mahasiswa Lebih Berani Eksekusi Investasi
“Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung. Kebiasaan menyisihkan sedikit demi sedikit secara rutin akan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan menjadi bekal penting bagi masa depan,” pesannya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan.