MALANG, DISAYMALANG.ID - Bagi para pencinta olahraga lari (running enthusiast), memilih smartwatch yang tepat sering kali menjadi dilema antara fungsionalitas yang lengkap atau harga yang ramah di kantong. Menjawab kebutuhan tersebut, Garmin resmi meluncurkan Garmin Forerunner 165, sebuah jam tangan pintar khusus lari yang membawa peningkatan masif pada sektor layar. Namun, tetap mempertahankan harga yang kompetitif di kelasnya.
Memiliki posisi strategis tepat di atas Garmin Forerunner 55 sebagai seri entry-level lama dan di bawah Forerunner 265, kehadiran seri 165 ini menjadi angin segar. K arena, menawarkan panel layar premium dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kakak-kakaknya.
BACA JUGA:Kombinasikan Olahraga dan Gaya Hidup, Ini Asal-mula Istilah 'Pelari Kalcer' di Kalangan Gen Z
Layar Amoled, Dimensi Ringkas
Perubahan paling radikal yang dibawa oleh Forerunner 165 terletak pada teknologi layarnya. Garmin akhirnya menanggalkan layar Transflective Memory-in-Pixel (MIP) yang terkesan redup dan menggantinya dengan layar AMOLED berukuran 1,2 inci. Layar ini mengusung resolusi tinggi 390 x 390 piksel yang menghasilkan visual sangat tajam, kontras tinggi, dan warna cerah. Sehingga, rincian data tetap mudah dibaca dengan jelas bahkan di bawah terik matahari langsung saat lari siang hari.
Secara dimensi, jam tangan ini tampil ringkas dengan diameter case berukuran 43 mm dan ketebalan 11,6 mm. Bobotnya pun sangat ringan, hanya 39 gram, berkat penggunaan material polimer diperkuat serat pada bodi dan bahan silikon pada komponen strap-nya. Sehingga sangat nyaman dipakai tidur maupun saat berlari jarak jauh tanpa membebani pergelangan tangan pengguna.
BACA JUGA:Pantai di Malang Selatan Kabupaten Malang yang Ramah Anak
Sensor GPS dan Sensor Kesehatan Makin Sip
Sebagai jam tangan yang dirancang spesifik untuk pelari, Forerunner 165 dibekali dengan sensor GPS internal presisi yang mampu melacak jarak, kecepatan (pace), dan rute secara akurat. Garmin menyematkan berbagai fitur analisis latihan tingkat lanjut seperti Garmin Coach yang menyediakan rencana pelatihan adaptif gratis untuk jarak 5K, 10K, hingga Half Marathon (21 km). S erta, fitur Race Adaptive Training Plans yang memberikan tips latihan harian beserta prediksi waktu finis berdasarkan detail rute, cuaca, dan performa real-time menjelang hari perlombaan.
Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi fitur Wrist-based Running Dynamics & Power yang memungkinkan pengguna melihat metrik lari krusial seperti cadence, panjang langkah, hingga waktu kontak tanah langsung dari pergelangan tangan, yang disempurnakan dengan metrik Training Effect. Gunanya, untuk mengevaluasi seberapa besar latihan tersebut memengaruhi kebugaran aerobik maupun anaerobik pengguna.
Di luar fitur penunjang olahraga, Garmin Forerunner 165 dibekali sensor kesehatan generasi terbaru, Garmin Elevate V4. Sensor ini mampu melakukan pemantauan kondisi fisik pengguna selama 24 jam penuh. Selain itu, juga mendukung fitur Body Battery untuk memantau tingkat energi tubuh harian guna menentukan waktu terbaik kapan harus latihan dan kapan harus beristirahat. Lalu, fitur Sleep Score & Insights untuk analisis mendalam mengenai kualitas tidur malam Serta Pulse Ox untuk mengukur saturasi oksigen darah (SpO2) baik saat terjaga maupun tidur.
Pengguna juga akan menerima Morning Report setiap pagi yang menampilkan rangkuman ringkas mengenai cuaca, kualitas tidur, status variabilitas detak jantung (HRV), dan rekomendasi latihan harian yang disesuaikan dengan kondisi tubuh saat itu.
Meskipun sudah bermutasi menggunakan layar AMOLED yang terkenal mengonsumsi banyak daya, Garmin tetap berhasil menjaga efisiensi baterainya dengan sangat baik. Jam tangan pintar ini diklaim mampu bertahan hingga 11 hari dalam mode smartwatch reguler dan mampu menyala secara kontinu hingga 19 jam dalam mode GPS aktivitas. Sebuah durasi yang lebih dari cukup untuk menemani pelari menyelesaikan perlombaan Full Marathon (42,195 km).
Garmin merilis jam tangan berkemampuan tahan air hingga kedalaman 5 ATM ini ke dalam dua versi. Yaitu versi Standard dan Forerunner 165 Music.
Keunggulan pada versi Music terletak pada ketersediaan memori internal sebesar 4 GB yang mampu menampung hingga 500 lagu. Sehingga memungkinkan pengguna mengunduh daftar putar langsung dari platform Spotify, Deezer, atau Amazon Music, lalu menyambungkannya ke earphone bluetooth tanpa perlu lagi membawa smartphone saat berlari.
Secara keseluruhan, Garmin Forerunner 165 menjadi rekomendasi terbaik bagi pelari pemula hingga menengah yang mendambakan keindahan visual layar AMOLED cerah dengan fitur olahraga esensial yang matang tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.