MALANG, DISWAYMALANG.ID–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur mengeluarkan peringatan dini cuaca ektrem di Jatim ada 24 dan 25 Juni 2026. Yaitu sebagian wilayah Jatim dilanda hujan lebat meski saat ini telah memasuki kondisi kemarau.
Demikian pula di wilayah Malang Raya terjadi fenomena pagi hari matahari bersinar terik membakar kulit. Namun, menjelang sore langit tiba-tiba gelap gulita dan menurunkan hujan lebat disertai angin kencang di beberapa titik. Fenomena "Kemarau Rasa Hujan" atau kemarau basah ini tak jarang membuat aktivitas berantakan dan tubuh bertumbangan akibat drop.
Perubahan suhu yang kontras dan mendadak ini menjadi tantangan besar bagi kesehatan dan imunitas kita. Agar Anda tetap produktif dan tidak gampang jatuh sakit, berikut adalah tips jitu menghadapi anomali cuaca saat ini.
1. Sedia Payung sebelum Mendung
Jangan pernah terkecoh dengan langit yang biru bersih dan terik di pagi hari. Di musim kemarau basah, awan konvektif bisa terbentuk sangat cepat hanya dalam hitungan jam. Selalu bawa jas hujan atau payung di dalam jok motor atau tas Anda.
Bagi pengendara mobil, pastikan kondisi wiper kaca depan berfungsi dengan baik untuk menghalau hujan deras mendadak yang mengganggu jarak pandang.
2. Jaga Imunitas Tubuh, Jangan Biarkan Tumbang
Perubahan suhu yang ekstrem dari panas menyengat ke dingin yang menusuk (bediding) adalah musuh utama daya tahan tubuh. Virus flu dan batuk sangat mudah berkembang biak dalam kondisi ini.
- Konsumsi Vitamin C dan Booster Alami: Perbanyak minum air putih hangat, konsumsi buah-buahan, atau ramuan herbal tradisional seperti jahe dan kencur untuk menjaga kehangatan tubuh.
- Jaga Pola Makan: Hindari terlalu banyak mengonsumsi es atau minuman dingin saat siang hari yang terik, karena perubahan suhu instan di tenggorokan bisa memicu radang.
3. Strategi Pakaian Layering (Berlapis)
Suhu udara siang hari bisa menyentuh 29°C, namun bisa langsung anjlok drastis saat hujan atau memasuki malam hari.
Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat untuk siang hari.
Selalu bawa jaket atau outer tebal saat keluar rumah. Begitu angin kencang atau hujan mulai turun, Anda bisa langsung memakainya untuk menghalau angin malam yang menusuk tulang.
4. Waspadai "Zonasi" Berkendara saat Sore Hari
Hujan di musim kemarau umumnya bersifat lokal dan disertai angin kencang sesaat. Jika Anda melihat awan hitam pekat (Cumulonimbus) di satu wilayah, sebisa mungkin hindari rute tersebut atau menepilah di tempat yang aman jika hujan sudah turun.
Jangan berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau tiang listrik karena rawan tumbang akibat embusan angin kencang yang datang mendadak.
BACA JUGA:Lima Tips Menghadapi Cuaca Bediding
5. Jaga Kebersihan Rumah dari Sarang Nyamuk
Hujan yang turun sesekali lalu kering lagi justru menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti (penyebab Demam Berdarah) untuk berkembang biak. Genangan air hujan kecil di barang-barang bekas atau talang air yang tersumbat harus segera dibersihkan sebelum menjadi sarang jentik nyamuk.
Cuaca ekstrem memang tidak bisa kita kendalikan, namun kesiapan diri adalah kunci. Tetap pantau informasi prakiraan cuaca harian dari BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan. Jaga kesehatan, dan tetap waspada di jalan!