Kondisi tersebut membuat kawasan ini dikenal memiliki tingkat risiko tinggi bagi pendaki maupun wisatawan yang tidak memiliki persiapan memadai.
Tragedi yang menimpa Al-Qa’qa’ bin Antar kini kembali memunculkan perdebatan mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi darurat, serta sistem penyelamatan yang memadai dalam aktivitas wisata dan olahraga ekstrem.
Kepergian sosok yang dijuluki "Manusia Laba-Laba Yaman" itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Namun di sisi lain, kisah hidupnya juga menjadi pengingat bahwa keberanian harus selalu diimbangi dengan keselamatan.