JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Hasil akhir balapan Moto3 Mugello 2026 menunjukkan nama Veda Ega Pratama berada di posisi kedelapan. Sepintas, hasil tersebut terlihat biasa saja dan bahkan berpotensi tenggelam di tengah sorotan para pembalap yang naik podium.
Namun, suasana yang terjadi di garasi Honda setelah balapan justru menceritakan kisah yang berbeda. Di balik posisi finis P8, Veda dinilai telah memperlihatkan salah satu penampilan paling impresif sepanjang musim, terutama karena perjuangannya menembus rombongan depan meski harus menghadapi berbagai keterbatasan selama balapan.
Bagi sebagian penonton, posisi kedelapan mungkin dianggap belum cukup istimewa. Namun di dunia balap, angka di klasemen tidak selalu mampu menggambarkan seluruh cerita yang terjadi di lintasan. Penampilan Veda di Mugello menjadi contoh nyata bagaimana perjuangan seorang pembalap terkadang lebih bernilai dibanding hasil akhir yang tercatat di papan waktu.
Start Sulit, Veda Bangkit dari Barisan Belakang
Memulai balapan dari posisi ke-13, Veda menghadapi tantangan besar sejak awal. Sirkuit Mugello dikenal sebagai salah satu trek tercepat dan paling menuntut dalam kalender Moto3, dengan karakter lintasan lurus panjang yang membuat pertarungan slipstream berlangsung sangat ketat.
Sesuai prediksi, Veda sempat kehilangan posisi pada fase awal balapan. Namun pembalap muda asal Gunungkidul itu tidak menyerah. Ia mulai memanfaatkan sektor-sektor teknis yang dipenuhi tikungan untuk memangkas jarak dengan para rival.
Kemampuan pengereman dan cornering menjadi senjata utama Veda. Beberapa kali ia melakukan manuver menyalip yang membuat komentator memberikan pujian karena dinilai berani sekaligus presisi.
Perlahan tetapi pasti, posisi Veda terus merangkak naik. Dari luar 10 besar, ia berhasil menembus kelompok depan dan mulai ikut dalam perebutan posisi podium.
Dua Lap Terakhir Jadi Momen Penentu
Puncak penampilan Veda terjadi saat balapan memasuki dua lap terakhir. Dalam situasi yang sangat ketat, ia berhasil melakukan beberapa aksi overtake beruntun terhadap rival-rivalnya.
Salah satu manuver paling mencolok terjadi ketika Veda mengambil posisi melalui jalur luar tikungan, sebuah langkah yang tergolong berisiko tinggi di Mugello. Tak lama kemudian, ia kembali merebut posisi lain melalui pengereman terlambat yang membuat penonton bersorak.
Momentum tersebut membawa Veda naik hingga posisi keempat. Pada titik itu, peluang meraih podium mulai terbuka lebar.
Kamera televisi beberapa kali menyorot garasi Honda yang mulai dipenuhi ketegangan. Para kru tampak berdiri memperhatikan monitor, sementara harapan untuk menciptakan hasil besar bagi Indonesia semakin menguat.
Trek Lurus Mugello Mengubah Segalanya
Namun drama terbesar justru terjadi menjelang garis finis.
Saat keluar dari tikungan terakhir dan memasuki lintasan lurus utama Mugello, Veda harus menghadapi kenyataan pahit. Beberapa rival yang berada di belakang mulai memanfaatkan slipstream dan kecepatan puncak motor mereka.
Dalam hitungan detik, posisi yang susah payah direbut mulai terlepas satu per satu. Dari posisi keempat, Veda turun ke posisi kelima, lalu keenam, ketujuh, hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan kedelapan.
Bagi para pendukungnya, momen tersebut terasa menyakitkan. Harapan melihat pembalap Indonesia naik podium harus pupus tepat di depan mata.