MALANG, DISWAYMALANG.ID-Pengeluaran setelah Iduladha sering kali terasa membengkak tanpa disadari. Mulai dari biaya kurban, belanja kebutuhan keluarga, hingga momen berkumpul bersama kerabat membuat kondisi keuangan banyak orang perlahan menurun setelah hari raya usai.
Iduladha memang menjadi salah satu momen penuh makna bagi masyarakat Indonesia. Tradisi berbagi daging kurban, silaturahmi keluarga, hingga berbagai kebutuhan perayaan kerap membuat pengeluaran meningkat cukup besar dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Mahasiswa FAST UB Wujudkan Kepedulian Sosial melalui Donor Darah FAST BLOOD CARE
Tak sedikit masyarakat baru menyadari kondisi dompet mulai menipis setelah suasana hari raya berakhir. Karena itu, penting untuk kembali mengatur pola keuangan agar kondisi finansial tetap aman dan stabil.
Melansir laman resmi Universitas Gadjah Mada, ekonom Universitas Gadjah Mada, Eddy Junarsin, mengingatkan masyarakat agar mulai kembali disiplin dalam mengelola pengeluaran setelah momen Iduladha.
“Pengeluaran sering meningkat tanpa disadari karena suasana perayaan membuat orang cenderung mempertahankan kebiasaan konsumtif,” ujar Eddy.
BACA JUGA:Perubahan Nama Empat Fakultas di UB untuk Jawab Tantangan Zaman dan Kebutuhan Masyarakat
Pengeluaran Pasca Iduladha Sering Tidak Terasa Membengkak
Setelah Iduladha usai, banyak orang masih terbawa suasana liburan dan perayaan. Kebiasaan membeli makanan, jalan-jalan bersama keluarga, hingga belanja barang yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan sering membuat pengeluaran terus bertambah.
Kondisi ini terjadi karena masyarakat masih ingin mempertahankan suasana bahagia setelah hari raya. Padahal tanpa pengendalian yang baik, pengeluaran kecil yang dilakukan terus-menerus bisa membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil.
BACA JUGA:Libur Iduladha, Stasiun Malang Layani Lebih dari 25 Ribu Penumpang dalam Empat Hari
Karena itu, penting bagi setiap keluarga mulai mengevaluasi kembali kondisi finansial setelah masa perayaan berakhir. Membuat daftar kebutuhan prioritas dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Mulai Kembali Mengatur Keuangan
Menurut Eddy, masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa masa perayaan telah selesai dan pola pengeluaran harus kembali normal. Kesadaran ini penting agar seseorang tidak terus berada dalam kebiasaan konsumtif.
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, kemampuan mengatur uang menjadi hal yang semakin penting. Tidak hanya bagi orang tua, generasi muda juga perlu mulai memahami cara mengelola keuangan sejak dini.