Abdul Kadir juga menjelaskan bahwa pengelolaan Macito mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, bus wisata tersebut berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sejak 2022. Namun mulai Januari 2025, pengelolaan Macito resmi dialihkan ke Disporapar Kota Malang.
Menurutnya, perpindahan pengelolaan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian layanan dengan tugas pokok dan fungsi Disporapar di bidang pariwisata, khususnya dalam penguatan daya tarik wisata Kota Malang.
“Sekarang diurus Disporapar karena penyesuaian tupoksi (Tugas pokok dan fungsi) di bidang pariwisata, untuk penguatan daya tarik wisata,” terang Abdul Kadir.
BACA JUGA:800 PKL Pasar Kebalen Bakal Direlokasi, Pemkot Malang Batasi Jam Jual di Jalan Zaenal Zakse
Ia menambahkan, sejak awal keberadaan Macito memang lebih berfokus pada sektor pariwisata dibanding transportasi umum. Karena itu, pengelolaan oleh Disporapar dinilai lebih sesuai dengan fungsi utama Macito sebagai sarana promosi wisata kota.
Selain perubahan pengelolaan, armada Macito juga sempat mengalami penyesuaian. Abdul Kadir menceritakan bahwa pada awal operasional, beberapa bus menggunakan konsep tingkat terbuka. Namun kondisi jalan Kota Malang yang dipenuhi ranting pohon dan kabel membuat konsep tersebut dinilai kurang aman.
“Sekarang kan di sekitar jalanan banyak ranting dan kabel-kabel yang berjuntaian, jadi dikhawatirkan berbahaya, apalagi banyak anak kecil, takutnya ada yang megang gitu,” katanya.
BACA JUGA:OURStudio Buka Cabang Kedua di MOG Malang, Hadirkan 9 Konsep Photobox Vintage
Karena alasan tersebut, armada kemudian disesuaikan agar lebih aman dan nyaman digunakan untuk wisata keliling kota. Meski mengalami perubahan pengelolaan dan armada, fungsi utama Macito tetap dipertahankan sebagai sarana wisata edukatif sekaligus promosi Kota Malang.
Ke depan, Abdul Kadir berharap Macito dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas. Ia juga berharap keberadaan bus wisata tersebut mampu membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar melalui meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Malang.
“Harapan saya semakin banyak tamu yang datang, bisa menopang perekonomian warga sekitar. Orang jualan juga semakin ramai,” pungkasnya.
Hingga kini, Macito masih menjadi salah satu daya tarik wisata favorit masyarakat. Dengan layanan wisata gratis, bus tersebut terus dimanfaatkan warga maupun wisatawan untuk menikmati suasana Kota Malang sambil mengenal berbagai destinasi dan sejarah kota secara lebih dekat.
BACA JUGA:Ada Pesta Kuliner Sedaap, Arus Lalu Lintas di Jalan Ikan Tombro Kota Malang, Padat