Menariknya lagi, memperbaiki Nokia G22 sendiri tidak akan membatalkan garansi resmi. Hal ini menjadi nilai tambah yang jarang diberikan produsen smartphone lain.
Selain itu, bootloader Nokia G22 juga bisa dibuka ketika dukungan software resmi berakhir. Dengan begitu, pengguna masih bisa memasang custom ROM untuk memperpanjang usia pemakaian perangkat.
Alternatif Menarik di Kelas HP Murah
Meski belum menjadi smartphone paling mudah diperbaiki di dunia, Nokia G22 dianggap sebagai langkah awal yang positif untuk industri gadget. Kehadiran spare part resmi dan panduan perbaikan membuat pengguna lebih tenang ketika perangkat mengalami kerusakan.
Bagi pengguna yang mencari HP murah, ramah lingkungan, dan mudah diperbaiki sendiri, Nokia G22 bisa menjadi alternatif menarik dibanding smartphone Android biasa di kelas harga Rp3 jutaan.
Dengan konsep repairable smartphone yang kini mulai populer, Nokia tampaknya ingin kembali mencuri perhatian pasar gadget global lewat inovasi yang berbeda dari kompetitor.(*)