BATU, DISWAYMALANG.ID--Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu mewaspadai penyakit cacing hati pada hewan sapi kurban yang disembelih pada Hari Raya Iduladha.
Kepala Bidang Peternak dan Perikanan Distan KP Kota Batu Sri Nurcahyani Rahayu menguraikan, cacing hati tidak bisa dideteksi ketika hewan masih hidup. Harus cek organ setelah disembelih atau pemeriksaan post mortem.
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Pemkot Batu Periksa Kesehatan Hewan Kurban
"Biasanya cacing hati di sapi itu harus dibuang tidak boleh dibagikan ke masyarakat," katanya kepada Disway Malang, Selasa (19/5/2026).
Cacing hati menjangkiti karena sapi tertular dengan memakan rumput yang terkontaminasi larva cacing dari siput air tawar. Penyakit ini menyebabkan sapi kurang gizi, kurus, dan produksi susu menurun.
"Cacing hati bisa disebabkan makanan hewan yang bercampur siput. Telur cacing berkembang di siput yang termakan bersama makanan kambing," jelas Nurcahyani.
BACA JUGA:Jelang Iduladha, DPRD Kabupaten Malang Warning Hewan Kurban Berpenyakit dan PMK
Nurcahyani menegaskan, jika hewan kurban ditemukan sakit pada hari H Idul Adha, maka hewan tersebut harus sisihkan. Tidak boleh disembelih. Pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, serta memberikan vitamin agar hewan tetap sehat.
"Makanya diperiksa di tempat penjualan, Kalau sakit tidak boleh dijual, kasihan nanti yang beli. kan syarat sahnya sehat. Kalau nggak sehat nggak boleh untuk hewan kurban," urainya.
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Penjualan Kambing Kurban di Kota Batu Masih Lesu
Sekadar informasi, pada Idul Adha 2025, ada lebih dari 100 ekor sapi disembelih di Kota Batu. Kemudian, Kambing ada 1862 ekor dan Domba 2062 ekor. Ribuan hewan kurban tersebut disembelih di 350 titik pemotongan.
"Data tahu setelah pelaksanaan, untuk sekarang kita belum tahu. Dewan masjid juga belum bisa memberi tahu. Biasanya kan di RT RW juga melakukan pemotongan hewan kurban. Nanti akan kita datangi semua untuk memastikan kesehatan hewan," tegas Nurcahyani.