Rupiah Kembali Loyo Hari Ini 19 Mei 2026, Ini Dampak bagi Masyarakat

Selasa 19-05-2026,11:18 WIB
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Selasa, 19 Mei 2026, hari ini, nilai tukar rupiah kembalai melemah. Berada di level sekitar Rp17.655 per dolar AS. Jauh dari target nilai tukar rupiah yang dipatok Rp16.500 per dolar AS.

Selisih ini bukan merupakan angka kecil jika tekanan terus berlangsung dalam jangka waktu panjang. Nilai tukar ini menjadikan rupiah berada di posisi terlemahnya dalam sepanjang tahun.

BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp17.030 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi lemahnya nilai tukar rupiah. Mulai meningkatnya ketegangan geopolitik hingga ekspetasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat sehingga menekan mata uang Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama. Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter.

BACA JUGA:28 Tahun Reformasi, Diskusi Publik di FH UB Sentil Pernyataan Prabowo soal Masyarakat Desa Tak Pakai Dolar

Ia juga menyampaikan BI akan melakukan pendekatan volatilitas nilai tukar rupiah untuk mengukur stabilitas rupiah. Pengukuran ini dilakukan dengan rolling average 20 hari dan standar deviasi pengerakan kurs.

"Menjadi mandat adalah stabilitas nilai tukar, bukan level nilai tukar. Karena itu pendekatan yang kami gunakan adalah volatilitas nilai tukar. Kami mengukurnya menggunakan rolling average 20 hari" kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

BACA JUGA:Gubernur BI: Rupiah Akan Menguat Kembali Juli 2026, BI Gencarkan Intervensi

Lebih lanjut, Perry juga menyampaikan volatilitas rupiah secara year to date berada dikisaran 5,4 persen dan dinilai masih tergolong relatif stabil. Pemerintah bersama Bank Indonesia masih menunjukkan optimisme terhadap perekonomian nasional di tengah tekanan global yang belum mereda.

Kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid, didukung tingkat inflasi yang terkendali serta aktivitas ekonomi domestik yang masih bergerak stabil.

Dampak Rupiah Melemah Bagi Masyarakat

Melansir dari banyak sumber, dikutip Disway.id, nilai rupiah yang melemah berdampak bagi masyarakat terutama beberapa sektor di antaranya:

BACA JUGA:Rupiah Jeblok Rp17.500 per Dollar, Menkeu Purbaya Turun Tangan, Besok Intervensi Pasar

1. Kenaikan Kebutuhan Pokok

Nilai rupiah yang melemah dapat membuat kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Adapun kenaikan harga bahan pokok ini dipengarushi oleh kenaikan bahan baku impor dalam rupiah.

2. Biaya Kesehatan hingga Tranportasi Naik

Selain bahan pokok, kenaikan juga dialami pada biaya kesehatan hingga transportasi.

3. Beban Subsidi Negara

Tags :
Kategori :

Terkait