BATU, DISWAYMALANG.ID – Penanganan pasca menjadi tahapan panen penting dalam menjaga kualitas buah kesemek agar tetap segar dan memiliki nilai jual tinggi. Petani kesemek di Kota Batu umumnya masih menggunakan cara tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Setelah dipanen dari pohon, buah kesemek terlebih dahulu dipilih berdasarkan tingkat kematangan dan kualitas fisiknya. Buah yang mulus dan tidak cacat akan dipisahkan untuk dijual sebagai buah konsumsi segar.
BACA JUGA: Buah Kesemek Jadi Buah Endemik Kota Batu, Warisan Sejak Zaman Jepang
Tahapan berikutnya adalah proses perendaman menggunakan air kapur. Proses ini dilakukan untuk mengurangi rasa sepat atau getir yang biasanya masih muncul pada buah kesemek yang belum matang sempurna. Buah direndam selama beberapa hari hingga teksturnya menjadi lebih lembut dan rasanya lebih manis.
Jika direndam, permukaan buah biasanya akan tampak seperti dilapisi serbuk putih menyerupai bedak. Kondisi tersebut menjadi ciri khas buah kesemek tradisional yang banyak dijumpai di pasar-pasar daerah pegunungan.
Setelah proses pengurangan rasa sepat selesai, buah kemudian dikeringkan dan disortir kembali sebelum dipasarkan. Petani biasanya mengemas kesemek dalam keranjang atau kotak agar tidak mudah rusak selama distribusi.
Selain dijual dalam bentuk segar, buah kesemek juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan seperti manisan, dodol, selai hingga keripik buah. Pengolahan tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperpanjang masa simpan buah.
Dengan penanganan pasca panen yang tepat, buah kesemek khas Kota Batu diharapkan mampu bersaing di pasar buah lokal maupun menjadi salah satu produk unggulan hortikultura daerah.