FIA UB Soroti Pentingnya Standardisasi Arsip Digital

Rabu 13-05-2026,12:49 WIB
Reporter : Jelita Sridia br Simajuntak
Editor : Mohammad Khakim

MALANG,DISWAYMALANG.ID-Transformasi digital dalam pemerintahan tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan tata kelola arsip digital yang terstandar, terintegrasi, dan berkelanjutan. Hal itu menjadi pembahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Festival Kearsipan Bank Indonesia, kementerian, dan lembaga yang digelar di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA:FKH UB Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program Adjunct Professor 2026

Dalam keterangan resmi yang diterima Disway Malang, Rabu (13/5/2026), acara yang merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Kearsipan 2026 tersebut mengangkat tema “Strategi Transformasi Arsip Digital: Regulasi, Tantangan, dan Faktor Keberhasilan”.

Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan, Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Muhammad Rosyihan Hendrawan PhD menegaskan, transformasi digital dalam bidang kearsipan bukan sekadar mengubah arsip fisik menjadi digital.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi merupakan proses multidimensi yang menuntut perubahan paradigma, cara kerja, serta budaya organisasi dalam mengelola arsip di ekosistem digital,” ujarnya.

BACA JUGA:FKH UB Sukses Selenggarakan Uji Kompetensi Nasional Calon Dokter Hewan

Menurut Hendrawan, organisasi perlu bergerak dari tahap “go digital” menuju “be digital”, yakni membangun sistem pengelolaan arsip yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Ia menilai salah satu persoalan utama dalam transformasi arsip digital di Indonesia adalah lemahnya standardisasi serta masih terfragmentasinya sistem pengelolaan arsip antarinstansi. Perbedaan format, metadata, hingga sistem di setiap lembaga dinilai menyulitkan integrasi data nasional.

“Standardisasi kearsipan digital sangat fundamental, tetapi sering diabaikan. Padahal, ini adalah fondasi utama agar arsip dapat dipercaya, terintegrasi, dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, transformasi arsip digital juga menghadapi tantangan lain, seperti perubahan budaya kerja, keterbatasan sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur teknologi, hingga keamanan informasi.

Dalam forum tersebut, Bank Indonesia turut memaparkan praktik pengelolaan arsip yang telah mengacu pada standar internasional seperti ISO 9001, ISO 30301, dan ISO 15489. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas tata kelola arsip sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

BACA JUGA:Brawijaya Fine Art Competition 2026, Ruang Kreativitas Nasional bagi Generasi Muda Seni Rupa

FGD ini juga menargetkan lahirnya rekomendasi strategis berupa penyusunan roadmap transformasi arsip digital, identifikasi program prioritas, hingga penguatan kolaborasi antara kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan “Arsip BI Goes to Campus” dijadwalkan berlangsung di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya pada Mei mendatang dengan agenda kuliah tamu, kompetisi kearsipan mahasiswa, serta edukasi transformasi arsip digital.

Tags :
Kategori :

Terkait