KLOJEN, DISWAYMALANG.ID--Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengusulkan sekitar 11 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin campak-rubella (Measles-Rubella/MR) bagi kelompok usia dewasa. Langkah tersebut menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin MR untuk orang dewasa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan usulan tersebut telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari program vaksinasi prioritas bagi tenaga kesehatan.
“Insyaallah kami sudah mendata sekitar 11.000-an untuk nakes dan tenaga kesehatan. Itu nanti yang kami ajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan kuota vaksinasi campak untuk dewasa, khususnya tenaga kesehatan,” ujar Husnul, Minggu (9/5).
Menurutnya, pendataan mencakup seluruh fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di Kota Malang. Sasaran prioritas meliputi tenaga kesehatan di RSUD, 16 puskesmas, Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, hingga 28 rumah sakit di Kota Malang.
“Semua sudah masuk. Mulai dari RSUD, 16 puskesmas, Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, hingga 28 rumah sakit yang ada di Kota Malang,” jelasnya.
Husnul menuturkan, program tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang menargetkan sekitar 290 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia sebagai kelompok prioritas penerima vaksin MR dewasa.
Saat ini, Dinkes Kota Malang masih menunggu distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Setelah vaksin diterima, distribusi akan dilakukan ke masing-masing fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi mandiri.
BACA JUGA:Merasakan Tekstur Bumi di Hari Tanpa Sepatu Sedunia Setiap 10 Mei
“Kami sudah mengajukan. Tinggal menunggu dropping dari Dinkes Provinsi Jawa Timur,” katanya.
Ia menjelaskan, vaksin MR dewasa nantinya diberikan dalam dua dosis sebagaimana mekanisme vaksinasi pada anak-anak. “Iya, ada vaksin satu dan dua,” tegasnya.
BACA JUGA:Hantavirus Sudah Menyebar di Indonesia, Ada 23 Kasus Positif, Jawa Timur Termasuk Wilayah Sebaran!
Menurut Husnul, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok dengan risiko paparan penyakit lebih tinggi sehingga membutuhkan perlindungan tambahan melalui vaksinasi.
“Karena tenaga medis dan kesehatan ini paling rentan risiko, vaksinasi MR dewasa ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan mereka, sekaligus memperkuat upaya pencegahan campak dan rubella di Kota Malang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga awal Mei 2026 Dinkes Kota Malang mencatat belum ditemukan kasus positif campak di lima kecamatan. Program imunisasi massal dan imunisasi kejar juga telah dilaksanakan sejak Februari hingga April 2026.