JAKARTA,DISWAYMALANG.ID – Di tengah gempita persaingan balap motor internasional, satu nama pemuda asal Gunungkidul, Yogyakarta, terus mencuri perhatian dunia: Veda Ega Pratama. Pembalap muda yang dikenal dengan ketenangan dan teknik balapnya yang presisi ini bukan sekadar atlet berbakat. Ia juga merupakan atlet yang sejak usia dini sudah menempa diri dengan kedisiplinan, demi menggenjot prestasi.
Akar Kedisiplinan di Lintasan Motocross
Perjalanan kariernya dimulai saat ia masih berusia sangat belia, yakni 6 hingga 8 tahun. Di saat anak-anak sebayanya sedang memulai sekolah dasar, Veda sudah bergelut dengan motor trail di ajang motocross.
Pengalaman di motocross inilah yang membangun fondasi fisik yang kuat, refleks yang tajam, dan kemampuan mengendalikan motor dalam kondisi ekstrem. Masa-masa ini menjadi laboratorium mental bagi Veda untuk memahami risiko dan strategi di lintasan balap.
BACA JUGA:Sebanyak 5.777 Guru SD Dilatih dengan Metode Khusus untuk Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris
Transisi Besar di Usia Sembilan Tahun
Memasuki usia 9 tahun, sebuah keputusan besar ia mbil. Didampingi oleh sang ayah, Veda mulai melakukan transisi dari tanah ke aspal—beralih ke dunia road race. Perpindahan ini bukanlah hal yang mudah, namun Veda menunjukkan adaptasi yang luar biasa cepat. Kecepatan dan teknik menikungnya mulai terlihat menonjol dibandingkan pembalap seusianya, menandakan bahwa ia memiliki masa depan cerah di ajang balap kecepatan tinggi.
Sudarmono: Mentor, Ayah, dan Pilar Utama
Di balik setiap putaran gas Veda, ada sosok Sudarmono, sang ayah yang juga merupakan mantan pembalap nasional papan atas Indonesia. Hubungan keduanya bukan sekadar anak dan orang tua, melainkan kolaborasi antara talenta muda dan pengalaman senior.
Dukungan penuh dari Sudarmono menjadi kunci utama. Ia memberikan bimbingan teknis yang sangat mendetail, mulai dari cara mengambil racing line yang efisien hingga cara menjaga mentalitas saat berada di bawah tekanan kompetisi internasional. Keberadaan sosok mentor sekaligus ayah ini membuat Veda tumbuh dalam lingkungan balap yang profesional dan terukur.
Mendominasi Asia, Membidik Dunia
Kini, profil Veda kian bersinar. Keberhasilannya mendominasi ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dengan memecahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim telah membuktikan kelasnya. Prestasi tersebut menjadi tiket emas baginya untuk berlaga di level yang lebih tinggi, seperti Red Bull MotoGP Rookies Cup, yang merupakan gerbang utama menuju kasta tertinggi, MotoGP.
Veda Ega Pratama kini bukan hanya membawa nama pribadi. Tetapi juga membawa harapan besar bagi jutaan penggemar otomotif di Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda dan dukungan manajemen yang solid, langit adalah batas bagi pemuda berbakat ini.