JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Infinix kembali membuat kejutan di pasar smartphone Indonesia lewat kehadiran Infinix Note 60 Ultra. Bukan cuma karena spesifikasinya, tetapi juga karena harga HP ini yang menembus Rp11 juta saat first sale. Angka tersebut membuat Infinix Note 60 Ultra menjadi ponsel termahal yang pernah dirilis brand tersebut di Indonesia.
Yang membuat Infinix Note 60 Ultra ramai dibicarakan adalah kolaborasinya dengan rumah desain Italia, Pininfarina. Nama besar di balik desain mobil Ferrari, Maserati, hingga Alfa Romeo itu ikut merancang tampilan smartphone ini. Tak heran jika banyak yang menyebut HP ini lebih mirip karya seni ketimbang sekadar perangkat komunikasi biasa.
Di tengah pasar flagship yang makin kompetitif, Infinix mencoba tampil beda lewat desain premium, aksesori eksklusif, dan fitur unik yang jarang ditemui di kelasnya. Namun, apakah harga mahal itu benar-benar sebanding dengan performa yang ditawarkan?
Unboxing Mewah ala Mobil Sport
Pengalaman premium langsung terasa sejak membuka boks Infinix Note 60 Ultra. Paket penjualannya dibuat seperti kotak koleksi eksklusif dengan desain menyerupai hadiah mewah.
Di dalamnya, pengguna mendapatkan wireless charger 50 watt dengan motif kevlar, dudukan charging bergaya supercar berbahan zinc alloy, charger 100 watt, tempered glass, hingga casing khusus. Bahkan SIM ejector dibuat menyerupai mobil sport kecil.
Wireless charger tersebut bisa dipasang pada dudukan khusus sehingga smartphone menempel layaknya miniatur mobil sport di meja kerja. Konsep ini membuat pengalaman charging terasa berbeda dibanding smartphone lain di pasaran.
Desain Premium dengan Active Matrix Display
Salah satu daya tarik utama Infinix Note 60 Ultra ada pada desain belakangnya. Modul kamera dirancang menyatu di balik lapisan Gorilla Glass Victus tanpa tonjolan kamera yang berlebihan.
Infinix juga menyematkan Active Matrix Display di bagian belakang. Fitur ini memungkinkan pengguna menampilkan notifikasi, animasi musik, persentase baterai, hingga memainkan mini game sederhana langsung dari panel belakang.
Tak hanya itu, ada pula floating taillight LED yang menyala layaknya lampu mobil sport futuristik. Material frame aluminium dan finishing premium membuat HP ini terasa jauh lebih mahal dibanding lini Infinix sebelumnya.
Meski begitu, ada kekurangan yang cukup disorot. Sertifikasi ketahanannya masih sebatas IP64, yang berarti hanya tahan percikan air dan debu ringan. Padahal di harga Rp11 juta, banyak pengguna berharap sudah mendapatkan sertifikasi IP68.
Performa Kencang tapi Belum Kelas Flagship
Untuk sektor performa, Infinix Note 60 Ultra menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chipset ini memang cukup kencang untuk kebutuhan harian, multitasking, hingga gaming.
Namun, banyak pihak menilai performanya belum layak untuk smartphone seharga Rp11 juta. Sebab, di kelas harga tersebut biasanya pengguna sudah bisa mendapatkan chipset flagship seperti Snapdragon seri Elite atau Dimensity 9000 series.
Saat diuji bermain Mobile Legends, FPS memang stabil di angka 120 fps. Namun suhu perangkat cepat naik hingga 44 derajat Celsius hanya dalam dua pertandingan. Hal ini membuat HP ini dinilai kurang ideal untuk gamer hardcore yang bermain dalam waktu lama.
Kamera 200 MP Jadi Andalan
Di sektor kamera, Infinix Note 60 Ultra membawa sensor utama 200 MP Samsung HP9 berukuran besar. Sensor ini diklaim setara dengan kamera flagship modern.
Hasil fotonya tergolong tajam dengan dynamic range luas dan kemampuan low light yang baik. Kamera periskop telephoto juga masih mampu menghasilkan foto cukup detail hingga zoom 10x.