Program KDKMP Digeber, Warga Desil 1–4 Diprioritaskan Dapat Pekerjaan

Selasa 28-04-2026,13:32 WIB
Reporter : Tsaltsa Salsabila Najwa
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan melalui penguatan ekonomi berbasis desa melalui Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait evaluasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem pada Jakarta, Senin (27/04/2026). Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyampaikan, berbagai langkah intervensi pemerintah mulai menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

BACA JUGA:Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

“Saat ini jumlah penduduk dalam kategori kemiskinan ekstrem telah menurun, tersisa sekitar 2,2 juta jiwa,” ujar Farida usai menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait evaluasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jakarta, Senin (27/4).


Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah dan Wakil Menteri Kehutanan Yang Menghadiri Rapat Tingkat Menteri Terkait Evaluasi Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem--

Pemerintah menargetkan pada sisa tahun 2026, penanganan akan difokuskan pada 16.550 desa yang masuk kategori kantong kemiskinan ekstrem.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan kementerian/lembaga, di antaranya Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menpan RB Rini Widyantini, serta Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf.

BACA JUGA:PAG dan KSOP Lhokseumawe Teken Kerja Sama TUKS hingga 2030

Dalam upaya ini, Kemenkop berperan penting dengan menyiapkan 30.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. Farida menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesesuaian data antara lokasi koperasi dengan desa sasaran.

“Kami akan mengejar sinkronisasi antara 30.000 koperasi dengan 16.550 desa prioritas. Ini menjadi kunci keberhasilan program,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kemenkop akan memprioritaskan masyarakat pada kelompok pengeluaran terbawah atau Desil 1 hingga Desil 4 untuk terlibat langsung dalam operasional koperasi. Berbagai peluang kerja disiapkan, mulai dari petugas keamanan, pengemudi, penjaga toko, hingga posisi asisten manajer.

Bagi masyarakat yang belum memiliki kualifikasi, pemerintah akan memberikan pelatihan dan pendampingan agar mereka dapat memenuhi kebutuhan kompetensi.

BACA JUGA:Dua Penghargaan The Iconomics Bukti Nyata Transformasi dan Kinerja ASDP

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menjadi instrumen efektif dalam mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada akhir 2026.


Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah Yang Menghadiri Rapat Tingkat Menteri Terkait Evaluasi Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem--

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa penurunan kemiskinan ekstrem menunjukkan progres positif, di mana sebagian masyarakat telah berhasil meningkatkan taraf hidupnya.

Kategori :