MALANG,DISWAYMALANG.ID-Universitas Brawijaya melalui Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) memperkenalkan sekaligus membedah aplikasi Sistem Manajemen Risiko (SEMAR) andalalnnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Risiko yang dihadiri para pengelola departemen serta program studi jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor dari Kampus Malang maupun Jakarta. Acara berlangsung Rabu (22/4/2026) di Ruang Rapat Gedung B lantai 2 FIA UB.
Hadir sebagai narasumber, Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB Ngesti Dwi Prasetyo bersama tim, dikutip dari laman fia.ub.ac.id, Kamis (23/4/2026).
BACA JUGA:Kartini Masa Kini: Kisah Prof Puji Handayati Menginspirasi Perempuan Tetap Tangguh di Tengah Ujian
Dekan FIA UB Hamidah Nayati Utami dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan serta arahan kepada pengelola program studi sebagai risk owner dan tim teknis fakultas sebagai risk officer. Ia menegaskan pentingnya pemetaan risiko yang terdokumentasi dengan baik, termasuk tingkat urgensinya di setiap program studi.
Dalam sesi pemaparan, tim Reformasi Birokrasi UB menjelaskan penggunaan aplikasi SEMAR, sebuah sistem yang dirancang untuk mentabulasi serta memetakan risiko di unit kerja. Aplikasi yang merupakan pilot project tingkat universitas ini diharapkan mampu membantu pimpinan dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dan terukur.
Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB - Dekan FIA UB – Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan dan Sumberdaya FIA UB -foto: fia ub--
Selain itu, filosofi nama SEMAR juga turut disampaikan. Tokoh pewayangan tersebut melambangkan sosok yang dekat dengan risiko, namun tetap mampu memberikan kebijaksanaan yang menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan.
BACA JUGA:Mahasiswa FILKOM UB Raih Penghargaan di Dua Ajang Nasional
Pada sesi berikutnya, para pengelola program studi melakukan pengisian data risiko dengan mengacu pada Rencana Strategis dan Perjanjian Kinerja Fakultas. Proses ini dibantu oleh operator atau risk officer, sebelum akhirnya divalidasi oleh ketua program studi masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan sesi reviu oleh tim Reformasi Birokrasi UB guna memberikan masukan terhadap hasil pemetaan risiko. Penutupan acara disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FIA UB, Saparila Worokinasih, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak.
Ia berharap implementasi aplikasi SEMAR dapat meningkatkan tata kelola fakultas ke depan menjadi lebih baik dan terarah.
BACA JUGA:Peminat Tembus 45 Ribu, UTBK 2026 di UM Diikuti 19.640 Peserta, Pengamanan Superketat