Pasar Tradisional Sawojajar Malang Bertransformasi: Didorong Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Kamis 16-04-2026,14:24 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

SAWOJAJAR, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Malang mempercepat transformasi pasar tradisional menuju sistem yang lebih modern dan digital. Pasar Sawojajar kini menjadi fokus pengembangan sebagai model integrasi antara pasar rakyat dan teknologi transaksi non-tunai.

BACA JUGA:Petani Cabai Malang Panen Melimpah, Harga Tetap Tinggi Distribusi Jadi Sorotan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, revitalisasi pasar tidak hanya menyasar fisik, tetapi juga perubahan sistem transaksi dan perilaku belanja masyarakat.

“Pasar tradisional harus naik kelas. Tidak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan digital,” ujarnya, Kamis (16/4).

Melalui kolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI), Pasar Sawojajar mulai didorong menggunakan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS dan mesin EDC. Edukasi kepada pedagang juga dilakukan agar mampu beradaptasi dengan sistem digital.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil.

“Digitalisasi membuat transaksi lebih cepat, transparan, dan memudahkan pembeli maupun pedagang,” kata perwakilan BNI.

Meski demikian, transaksi tunai tetap dilayani untuk menjaga inklusivitas, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya beralih ke sistem digital.

BACA JUGA:Ungkap Sindikat Pencurian Perangkat Telekomunikasi, Satreskrim Polres Batu Raih Penghargaan dari Telkomsel

Pemkot Malang juga menyiapkan Pasar Sawojajar sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi kuliner. Konsep ini menggabungkan fungsi pasar tradisional dengan ruang sosial yang lebih modern.

Keberhasilan revitalisasi pasar sebelumnya, seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo, menjadi rujukan. Kedua pasar tersebut kini dinilai berhasil mengubah citra pasar tradisional yang sebelumnya kumuh menjadi lebih bersih dan diminati, termasuk oleh generasi muda.

“Sekarang pasar tidak lagi identik dengan kumuh. Justru menjadi tempat yang nyaman dan menarik,” tegas Wahyu.

Selain digitalisasi, penguatan pasar juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas penunjang seperti stasiun pengisian air minum (SPAM), troli, dan gerobak belanja untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

BACA JUGA:Polisi Bongkar Kasus Cheat Mobile Legends, Rugikan Pengembang Rp2,5 Miliar

Langkah ini menjadi bagian dari program pembangunan “Ngalam Laris”, “Ngalam Nyaman”, dan “Ngalam Resik” yang diusung Pemkot Malang untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis kerakyatan.

Tags :
Kategori :

Terkait