MALANG, DISWAYMALANG.ID–Program Studi Ilmu Hukum menjadi yang paling diminati calon mahasiswa yang mendaftar di Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, di kelompok Sosial Humaniora (Soshum). Sebanyak 1.378 pendaftar bersaing untuk memperebutkan 133 kursi yang tersedia.
Secara keseluruhan, terdapat 33.498 pendaftar jalur SNBP UB. dengan tingkat persaingan yang ketat. Dari jumlah tersrbut, sekitar 3.900 peserta dinyatakan lolos sebagai calon mahasiswa baru.
BACA JUGA:UM Perkuat Kerja Sama Internasional, Gandeng Kampus China Kembangkan Pendidikan Vokasi Global
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Imam Santoso, tingginya minat tersebut menunjukkan bidang hukum masih menjadi pilihan utama di kalangan calon mahasiswa.
“Ilmu Hukum menjadi prodi dengan peminat tertinggi di kelompok Soshum,” ujarnya,Sabtu (4/4).
Selain Ilmu Hukum, Program Studi Psikologi menempati posisi berikutnya dengan 1.135 peminat dan kuota 58 kursi. Sementara itu, Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis juga masuk dalam jajaran program studi favorit dengan jumlah pendaftar yang tinggi.
BACA JUGA:Keren! Mahasiswi FIB Universitas Brawijaya Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026
Secara umum, pelaksanaan SNBP 2026 di UB menunjukkan peningkatan minat terhadap program studi unggulan, baik di bidang Saintek maupun Soshum. Meski demikian, Ilmu Hukum tetap menjadi sorotan utama karena jumlah peminatnya paling tinggi dalam kelompok Soshum.
BACA JUGA:Mahasiswi Vokasi UB Raih GrabScholar 2025, Kisah Inspiratif Driver Grab dengan IPK 4,00
Bagi peserta yang dinyatakan lolos, UB mengimbau untuk segera melakukan proses daftar ulang sesuai prosedur yang telah ditetapkan melalui laman resmi Seleksi Mahasiswa (Selma) UB. Proses verifikasi ini menjadi tahap penting untuk memastikan status sebagai mahasiswa baru.
Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil, Prof. Imam memberikan pesan agar tetap optimis dan tidak menyerah. “Tetap semangat, ikhtiar, dan terus berdoa. Ingatlah bahwa yang terbaik bagi kita belum tentu selalu yang nomor satu,” pungkasnya. (*)