Hadapi El Nino 'Godzilla', Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman, Cadangan Beras Melimpah hingga 2027

Senin 06-04-2026,18:30 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Ancaman kekeringan ekstrem atau El Nino 'Godzilla' diprediksi melanda tanah air tahun ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin stok pangan nasional dalam kondisi sangat aman untuk menghadapi cuaca tersebut.

Langkah antisipasi yang masif diklaim mampu membuat Indonesia bertahan dari dampak cuaca panas yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Amran memproyeksikan stok pangan dalam negeri akan mencukupi kebutuhan rakyat hingga 11 bulan ke depan.

Keyakinan ini didasarkan pada melimpahnya ketersediaan beras nasional yang saat ini tersebar di berbagai lini, mulai gudang Bulog, sektor swasta, hingga potensi panen yang sedang berjalan.

BACA JUGA:BMKG Ingatkan Wilayah Musim Kemarau Meluas, RI Memulai Periode Kering Serentak April, Mei, Juni 2026

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” ujar Amran di Jakarta, Senin 6 April 2026.

Data Stok Beras  

Saat ini, stok beras di gudang Bulog telah mencapai 4,5 juta ton dan diprediksi melonjak menjadi 5 juta ton dalam 20 hari ke depan. Selain itu, ketersediaan di pihak swasta seperti di sektor Hiburan, Restoran, Kafe (Horeka) tercatat sebesar 12,5 juta ton, ditambah potensi hasil panen dari tanaman yang ada (standing crop) sebesar 11 juta ton.

BACA JUGA:April Diprediksi Lebih Panas! Peringatan PBB dan BRIN soal ‘Godzilla El Nino’ Menguat

Upaya Pompanisasi

Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan pompanisasi untuk menjaga produktivitas lahan di tengah cuaca panas yang mulai melanda pada April 2026. Program ini diharapkan memberikan tambahan panen hingga 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton selama periode El Nino berlangsung. Dengan perhitungan tersebut, stok beras diperkirakan melimpah bahkan hingga melewati puncak panen tahun depan atau April 2027.

“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027. Jadi, aman,” pungkas Amran.

Peringatan BMKG soal El Nino

Kekhawatiran terhadap El Nino tahun ini didasarkan pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya potensi fenomena tersebut pada semester kedua 2026. Berakhirnya fase La Nina Lemah pada Februari 2026 menandai transisi menuju kondisi iklim yang lebih kering, dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

BACA JUGA:250 Ton Beras Impor di Sabang Disegel, Mentan: Presiden Larang Impor Beras, Stok Nasional Mencukupi

BMKG mencatat bahwa musim kemarau kali ini cenderung datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya. Akumulasi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, yakni sekitar 64,5% Zona Musim, diprediksi berada pada kategori Bawah Normal. Hal inilah yang memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi kekeringan ekstrem di berbagai sentra produksi pangan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan sebelumnya juga menekankan bahwa intensitas El Nino tahun ini diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang mencapai 80%. Meski demikian, BMKG tetap memantau ketat kemungkinan fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat melalui pembaruan data berkala untuk memastikan akurasi prediksi iklim bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Tags :
Kategori :

Terkait