BATU, DISWAYMALANG.ID–Pelaksanaan Tes Kendali Mutu Akademik (TKA) bagi siswa kelas 9 di Kota Batu memicu penyesuaian skema pembelajaran bagi siswa kelas 7 dan 8. Dua sekolah unggulan, SMPN 1 dan SMPN 2 Kota Batu, mengambil langkah berbeda dalam menjaga ritme belajar sekaligus memastikan kondusivitas ujian.
BACA JUGA:Bromo Ditutup 6–12 April 2026, TNBTS Hentikan Total Wisata usai Lonjakan Libur Lebaran
SMPN 2 Batu: Maksimalkan Teknologi Lewat Jalur Daring
SMPN 2 Kota Batu memilih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi siswa kelas 7 dan 8. Kebijakan ini diambil demi menjamin ketenangan total bagi kakak kelas mereka yang sedang menempuh tes.
Kepala SMPN 2 Kota Batu Dra Ida Misaroh MPd menjelaskan, penggunaan platform Google Classroom menjadi pilar utama selama masa ini. Apalagi, sekolah ini telah menyandang status sebagai sekolah rujukan Google sejak awal 2025.
BACA JUGA:Mahasiswa FH UB Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026
"Guru-guru tetap mengajar dari sekolah dan memantau tugas siswa secara efektif. Sistem ini jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan WhatsApp seperti masa pandemi dulu," ujar Ida.
Faktor utama kebijakan daring ini adalah eliminasi gangguan suara, seperti bel pergantian jam atau aktivitas fisik siswa di koridor yang berpotensi memecah konsentrasi peserta TKA.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Hari Nelayan Nasional 6 April dan Kemeriahan Tradisi Petik Laut Sendang Biru
SMPN 1 Batu: Pertahankan Tatap Muka dengan Prosedur Ketat
Berseberangan dengan kebijakan tersebut, SMPN 1 Kota Batu tetap memilih metode Tatap Muka (Luring). Kepala SMPN 1 Kota Batu Tatik Ismiati SPd mengungkapkan pertimbangan utama mereka adalah efektivitas waktu belajar siswa di semester pendek ini.
"Pelaksanaan TKA kami berlangsung tiga gelombang, mulai 6 hingga 14 April. Jika dibuat daring, kami khawatir siswa kehilangan jam efektif belajar yang sudah sangat terbatas di semester ini," jelas Tatik.
Untuk menjaga sterilitas area ujian, SMPN 1 menerapkan beberapa strategi teknis:
- Sekat Wilayah: Area TKA ditutup rapat dengan pagar pembatas, sehingga hanya petugas dan peserta yang diperbolehkan melintas.
- Shift Belajar: Siswa kelas 7 dan 8 masuk secara bergantian agar tidak terjadi penumpukan massa (krodit) di lingkungan sekolah.
- Kompresi Jam Belajar: Durasi satu jam pelajaran yang biasanya 40 menit dipangkas menjadi 30 menit.
Meski menempuh jalur yang berbeda, kedua sekolah berkomitmen pelaksanaan TKA bagi kelas 9 tetap berjalan sukses tanpa mengorbankan hak belajar siswa kelas 7 dan 8