DAU, DISWAYMALANG.ID–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk naik kelas menuju kampus bereputasi internasional. Penegasan itu disampaikan langsung Rektor Ilfi Nur Diana dalam forum penguatan spiritualitas dan kebersamaan sivitas akademika, Selasa (31/3).
BACA JUGA:Piala Dunia 2026 Hadir dengan Format Baru, Ini 5 Peraturan Terbarunya!
Dalam agenda yang digelar di Kampus 3 wilayah Kota Batu tersebut, Ilfi menekankan bahwa transformasi kampus tidak bisa lepas dari semangat perjuangan kolektif yang telah dibangun sejak awal berdirinya institusi.
“UIN harus naik kelas, baik dari sisi pendidikan, riset, maupun pengembangan fakultas agar mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Menurut Ilfi, capaian menuju kampus berkelas dunia harus ditopang peningkatan kualitas akademik secara menyeluruh, mulai dari penguatan riset, pengembangan program studi strategis, hingga peningkatan prestasi internasional.
Salah satu capaian yang disorot adalah pengakuan internasional yang mulai diraih sejumlah fakultas, termasuk Fakultas Syariah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas di tengah persaingan global antar perguruan tinggi.
Rektor menekankan, kemajuan kampus tidak semata ditentukan oleh dukungan anggaran, melainkan oleh kekuatan nilai yang dipegang sivitas akademika.
BACA JUGA:BABYMONSTER Siap Gelar World Tour ‘CHOOM’ 2026, Seoul Jadi Pembuka!
“Bukan hanya soal dana, tetapi semangat berjuang, pengorbanan, dan doa yang menjadi fondasi utama berkembangnya kampus ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri dan tokoh kampus yang telah meletakkan dasar pengembangan UIN Maliki Malang.
Dalam kesempatan yang sama, Penasihat Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy mengingatkan pentingnya menjaga akar sejarah kampus sebagai bagian dari identitas dan kekuatan institusi.
Ia mengenang masa awal perkuliahan di Malang pada 1970-an, ketika kondisi kampus masih sangat terbatas.
BACA JUGA: Film Korea 'Hope' Hadir dalam Versi Indonesia, Dibintangi Chicco Jerikho hingga Humaira Jahra
“Dulu sangat sederhana, bahkan listrik belum ada. Tapi sejak awal sudah dikenal sebagai kampus yang kuat secara akademik,” ungkapnya.