Trump Telepon Putin 1 Jam, Diminta Akhiri Perang Iran secara Diplomatik, Balik Minta Setop Perang di Ukraina

Rabu 11-03-2026,10:40 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

KREMLIN, DISWAYMALANG.ID–Presiden Amerika Serikat Donald Trump menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin selama satu jam pada Senin, 9 Maret 2026. Isu global dibahas, mulai perang di Iran, perang Ukraina, serta dampaknya terhadap pasar energi dunia.

Panggilan telepon itu menjadi percakapan pertama antara kedua pemimpin negara tersebut pada tahun ini. Menurut keterangan Kremlin, diskusi berlangsung sekitar satu jam dan berlangsung secara terbuka serta profesional.

BACA JUGA:Operasi Pencarian Korban Disetop, 7 Orang Tewas di Bencana Longsor Gunungan Sampah TPA Bantargebang

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin negara juga membahas gagasan Rusia untuk mempercepat penyelesaian konflik di Iran melalui jalur politik dan diplomatik. Selain itu, situasi militer di Ukraina serta perkembangan pasar minyak global turut menjadi topik pembicaraan.

Penasihat urusan luar negeri Presiden Rusia Yuri Ushakov menyebut percakapan antara Trump dan Putin berlangsung cukup substansial dan berpotensi memberi dampak pada hubungan kedua negara.

Trump sendiri menggambarkan pembicaraan tersebut berjalan positif. “Saya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Putin,” ucap Trump dalam konferensi pers di klub golfnya di Florida.

BACA JUGA:Iran Serang Pembangkit Pemurnian Air Minum Bahrain, Deretan Fasilitas Energi Jadi Sasaran Perang

Ia menambahkan bahwa Putin menyampaikan keinginan untuk membantu dalam penyelesaian konflik di Iran. Namun Trump menilai Rusia seharusnya lebih dulu fokus pada penyelesaian perang antara Rusia dan Ukraina.

“Saya berkata, ‘Anda bisa lebih membantu dengan mengakhiri perang Ukraina-Rusia terlebih dahulu. Itu akan lebih membantu,’” jelas Trump.

Sementara itu, Putin sebelumnya memperingatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat memicu krisis energi global. Ia menilai konflik yang meluas berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan memicu lonjakan harga energi.

BACA JUGA:9 Rekomendasi Outfit Lebaran 2026, Harga Ramah Kantong, Oke Juga Dikenakan usai Hari Raya

Presiden Rusia juga menegaskan bahwa negaranya siap meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada negara-negara yang dianggap sebagai mitra energi yang dapat diandalkan.

Selain itu, Rusia disebut sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian pasokan gasnya dari pasar Uni Eropa ke wilayah lain. Hal ini menyusul rencana Uni Eropa yang akan menghentikan impor gas Rusia secara penuh mulai tahun 2027.

Meski demikian, Putin mengatakan Rusia tetap membuka peluang kerja sama jika negara-negara Eropa berubah sikap terkait kebijakan tersebut.

BACA JUGA:Rudal Jenis Baru Ditembakkan Iran ke Israel dan Pangkalan AS, Mulai Rudal Kheibar, Fattah, dan Khorramshahr

Tags :
Kategori :

Terkait