Tradisi Maleman di Malang Dimulai Malam 17 Ramadan Hari Ini, Jemaah Masjid Jami’ Mengular hingga Alun-Alun

Jumat 06-03-2026,16:37 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID--Peringatan Nuzulul Quran pada malam 17 Ramadan yang jatuh pada malam Jumat (6/3) diprediksi menjadi awal ramainya tradisi maleman atau witiran di Kota Malang. Ribuan jemaah diperkirakan akan memadati Masjid Jami’ Malang hingga meluber ke kawasan Alun-Alun Kota Malang.

Tradisi maleman merupakan kebiasaan masyarakat Malang yang sudah berlangsung turun-temurun setiap Ramadan. Kegiatan ini biasanya dimulai sejak malam 17 Ramadan bertepatan dengan peringatan turunnya Alquran atau Nuzulul Quran.

Pada malam tersebut, warga dari berbagai penjuru kota datang ke Masjid Jami’ untuk mengikuti rangkaian ibadah malam seperti salat tarawih, witir, pengajian, hingga doa bersama.

BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026, Penjualan Baju Muslim di MOG Malang Mulai Naik: Tren Lebaran 2026 Didominasi Warna Lembut

Setelah malam Nuzulul Quran, aktivitas ibadah malam biasanya semakin meningkat hingga memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan. Pada periode ini, jemaah yang datang tidak hanya dari kawasan sekitar, tetapi juga dari berbagai wilayah di Malang Raya.

Takmir Masjid Jami' Agung Malang Mahmudi mengatakan, kondisi ini membuat area dalam masjid sering tidak mampu menampung seluruh jemaah. Banyak warga akhirnya menggelar sajadah di halaman masjid hingga area sekitar alun-alun.

“Biasanya mulai malam Nuzulul Quran jemaah memang meningkat. Banyak warga yang datang untuk witiran dan tadarus sampai larut malam. Masjid sering tidak mampu menampung seluruh jemaah. Banyak warga akhirnya menggelar sajadah di halaman masjid hingga area sekitar alun-alun," ujarnya, Jumat (6/3).

BACA JUGA:Malam Nuzulul Quran 2026 Jatuh pada Jumat, 6 Maret, Hari Ini: Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

Selain kegiatan ibadah, suasana Ramadan di kawasan pusat kota juga semakin hidup. Banyak pedagang takjil dan makanan malam yang membuka lapak di sekitar alun-alun untuk melayani jemaah yang datang beribadah.

Tradisi maleman ini tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah pada bulan Ramadan. Tetapi juga memperkuat kebersamaan warga Kota Malang yang berkumpul di pusat kota hingga larut malam.

Dengan dimulainya malam Nuzulul Quran pada pekan ini, jumlah jemaah di Masjid Jami’ Malang diperkirakan akan terus meningkat hingga menjelang akhir Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir saat umat Muslim berburu malam Lailatul Qadar. 

BACA JUGA:BAZIS UB Tebar Kepedulian Lewat Pembagian Sembako

Tags :
Kategori :

Terkait