JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel memunculkan skeptisisme peran AS dalam perdamaian global seperti tujuan pembentukan Bord of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Donald Trump. Majelis Ulama Indonesia atau MUI pun mengecam serangan tersebut sekaligus meminta Indonesia keluar dari BoP.
Ada sembilan sikap resmi MUI yang telah dirilis untuk menanggapi agresi militer AS. Dokumen pernyataan itu juga dibubuhi tanda tangan Ketua MUI KH Anwar Iskandar sebagai bentuk pengesahan sikap lembaga.
Salah satu dari sembilan butir tersebut berisi ajakan kepada negara-negara di dunia agar mengambil peran sebagai mediator untuk meredakan konflik yang dipicu oleh AS dan Israel.
BACA JUGA:Prabowo Undang Para Mantan Presiden-Wapres dan Ketua Parpol Parlemen, Seskab: Untuk Tukar Pikiran
Selain itu, kepada pemerintah Indonesia, MUI menyampaikan permintaan agar keanggotaan dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace, yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, segera dicabut karena dinilai belum mampu menjamin stabilitas keamanan global.
"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari Bop karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina," ucap MUI dalam Tausiyah yang dikeluarkan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Menteri Luar Negeri Sugiono menanggapi dorongan dari sejumlah kalangan yang meminta Indonesia menarik diri dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace setelah pecah konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat.
BACA JUGA:Iran Klaim Serangan Balasan Tewaskan 650 Personel Militer AS, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kabur
Terkait keanggotaan dalam BoP, Sugiono menyatakan bahwa seluruh proses pembahasannya kini berada dalam status on hold. Ia menjelaskan, perhatian diplomasi Indonesia saat ini lebih diarahkan pada dinamika keamanan kawasan, dengan Iran menjadi titik perhatian utama.
Komunikasi terus dijalin pemerintah dengan negara-negara anggota lainnya, terutama negara di kawasan Teluk yang ikut merasakan dampak situasi tersebut.
"Kalau misalnya BoP, kita juga tetap sama teman-teman, kita konsultasi dan konsultasi dengan rekan-rekan kita di Teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga," kata Sugiono kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.
BACA JUGA:JK Wanti-Wanti Prabowo soal Siap Jadi Juru Damai: Palestina-Israel Saja Sulit, Apalagi AS-Iran
Prabowo-Jokowi-SBY Bersama Para Tokoh Bahas Perang Iran
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para mantan presiden dan wakil presiden, serta sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan perkembangan situasi global, khususnya konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran.
"Presiden memberikan update briefing tentang berbagai perkembangan terbaru di dunia, khususnya perkembangan perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran," kata Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda kepada wartawan usai pertemuan.
Menurut Hassan, undangan juga membahas potensi dampak konflik terhadap stabilitas global. "Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita? Terhadap dunia," sambungnya.