JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031. Prabowo menunjuk Prihati Pujowaskito sebagai direktur utama, tertuang dalam Keppres Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan.
"Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026," bunyi keterangan resmi BPJS Kesehatan, Kamis, 19 Februari 2026.
BACA JUGA:RS Harus Terima Pasien Katastropik meski BPJS PBI Nonaktif, Menkes: Laporkan jika Menolak!
Pemerintah juga menetapkan susunan dewan pengawas BPJS Kesehatan periode 2026-2031 yang sebelumnya telah melalui uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi IX DPR RI serta persetujuan dalam rapat paripurna DPR.
Berikut Susunan Dewan Pengawas 2026–2031:
- Stevanus Adrianto Passat (Ketua Dewan Pengawas - elemen pekerja)
- Murti Utami Adyanto (Anggota Dewan Pengawas – unsur pemerintah)
- Rukijo (Anggota Dewan Pengawas - unsur pemerintah)
- Afif Johan (Anggota Dewan Pengawas - unsur pekerja)
- Paulus Agung Pambudhi (Anggota Dewan Pengawas - unsur pemberi kerja)
- Sunarto (Anggota Dewan Pengawas - unsur pemberi kerja)
- Lula Kamal (Anggota Dewan Pengawas - unsur tokoh masyarakat)
BACA JUGA:Pemerintah Disarankan Terbitkan SKB 3 Menteri untuk Akhiri Kisruh Penonaktifan 11 Juta Peserta BPJS PBI
Susunan Direksi 2026–2031:
- Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
- Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
- Akmal Budi Yulianto (Direktur)
- Bayu Teja Muliawan (Direktur)
- Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
- Setiaji (Direktur)
- Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
- Sutopo Patria Jati (Direktur)
Profil Prihati Pujowaskito
Adapun Prihati Pujowaskito yang ditunjuk sebagia Dirut BPJS merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi yang sebagian besar kariernya dihabiskan di lingkungan kesehatan militer. Ia lahir di Solo pada 29 Maret 1967 dan pernah berkarier sebagai perwira tinggi TNI dengan pangkat Mayor Jenderal.
BACA JUGA:1.824 Orang Kaya Ikut Terima Bantuan, Data PBI BPJS Dibersihkan dalam 3 Bulan
Prihati menempuh pendidikan militer melalui Sepamilsuk ABRI III pada 1990, Sussarcabkes pada 1998, serta Selapakes pada 2007.
Sementara itu, pendidikan kedokteran dijalani di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan lulus pada 1994, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah di Universitas Airlangga yang diselesaikan pada 2007.
Selain itu, Prihati juga menempuh pendidikan Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) pada 2015 dan meraih gelar Doktor Hukum Kesehatan pada 2021. Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Madiun dan Sukoharjo, yakni di SDN Kartoharjo VI Madiun, SMPN 4 Madiun, dan SMAN Kartasura Sukoharjo.
BACA JUGA:Pengaktifan Kembali BPJS Penerima Bantuan Iuran Kini Bisa di Kantor Desa-Kelurahan
Karier militernya dimulai melalui jalur perwira karier TNI pada 1990. Selama periode 1990-2000, ia bertugas sebagai dokter di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Setelah itu, ia melanjutkan karier di lingkungan kesehatan militer, termasuk bertugas di Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) sebagai dokter spesialis jantung di RS TNI AD Dustira Cimahi.
Dalam perjalanan kariernya, Prihati dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di bidang kesehatan militer. Yang menarik, selama periode 1990-2000, Prihati bertugas sebagai dokter di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), menangani kesehatan prajurit di medan operasi.
Ia juga pernah menjabat Kepala Departemen Jantung di RS Dustira Cimahi serta RSPAD Gatot Soebroto pada periode 2018-2021. Ia juga menjadi dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi.
BACA JUGA:Pemerintah Akan Bayar Iuran 11 Juta Peserta BPJS-PBI Nonaktif 3 Bulan ke Depan, Sambil Perbaiki Data