Sidak Hari Pertama Ramadan, Wali Kota Malang Temukan Pelanggaran di Pasar Takjil Sulfat

Kamis 19-02-2026,20:21 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

SULFAT, DISWAYMALANG.ID–Langkah awal Eali Kota Malang Wahyu Hidayat turun langsung ke lapangan membuahkan temuan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pasar Takjil Sulfat, Kamis (19/2), Wali Kota mendapati masih adanya pedagang yang melanggar surat edaran resmi Pemerintah Kota Malang.

BACA JUGA:Sambut Ramadan 1447 H, Masjid Al-Hikmah UM Luncurkan 15 Program 'Kemilau Ramadan'

Didampingi jajaran kepolisian, Wahyu melakukan peninjauan untuk menguji kepatuhan pedagang terhadap aturan yang sebelumnya telah disosialisasikan. Namun, hasil pantauan menunjukkan penataan lapak dan kepatuhan regulasi masih menjadi pekerjaan rumah.

“Ini hari pertama saya bersama Pak Kapolres melihat sejauh mana surat edaran dijalankan. Memang masih ada yang melanggar,” ujar Wahyu kepada awak media di lokasi.

Meski pelanggaran telah ditemukan, Pemkot Malang belum menjatuhkan sanksi tegas. Pemerintah memilih pendekatan persuasif melalui teguran dan pembinaan tahap awal.

“Kita berikan teguran dulu. Nanti kita lihat perkembangan berikutnya,” tegasnya.

Di Pasar Takjil Sulfat, persoalan utama yang disorot adalah penataan lapak serta aktivitas memasak di lokasi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan. Pemkot menegaskan, aktivitas ekonomi musiman tetap diperbolehkan berjalan, namun harus sesuai aturan demi menjaga keamanan publik.

BACA JUGA:Benarkah Sikat Gigi saat Puasa Hukumnya Makruh? Ini Penjelasan Lengkapnya

Wahyu juga menyinggung kondisi di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) yang memiliki karakter persoalan berbeda. Di wilayah tersebut, fasilitas untuk pedagang telah disediakan, tetapi parkir kendaraan pembeli kerap meluber hingga badan jalan dan memicu kemacetan.

“Di Jalan Soekarno Hatta pedagangnya sudah difasilitasi, tapi parkirnya sampai ke jalan. Pembeli berhenti di badan jalan. Ini yang harus kita atur,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah penataan bukan untuk mempersulit pedagang yang mencari nafkah selama Ramadan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan seluruh pihak pedagang, pembeli, maupun pengguna jalan tetap merasa aman dan nyaman.

“Kita paham mereka mencari nafkah. Tapi kalau kita atur dengan tepat, pengguna jalan aman, yang beli aman, yang jual juga aman,” ujarnya.

BACA JUGA:10 Direktur Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Timah di Bangka, Rugikan Negara Rp4,1 T

Pemkot Malang mengakui persoalan pasar takjil musiman menjadi isu berulang setiap Ramadan. Keluhan warga sekitar, terutama terkait kemacetan dan terganggunya akses lingkungan, terus muncul setiap tahun.

Tags :
Kategori :

Terkait