Indonesia Kirim Muchlis M Hanafi ke Forum Internasional Pentashihan Mushaf Alquran di Irak

Rabu 04-02-2026,10:50 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAY.ID— Muchlis M Hanafi menjadi wakil Indonesia dalam Forum Internasional Pentashihan Mushaf Alquran yang digelar di Karbala, Irak, 2–5 Februari 2026. Muchlis adalah direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama.  

Kehadiran wakil Indonesia di forum tersebut atas undangan Diwan Al-Waqf al-Syi’i. Pemerintah Irak menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi keagamaan global. 

Muchlis hadir sebagai anggota Komite Internasional Pentashihan Mushaf Alquran Irak yang akan diterbitkan oleh Al-Atabah al-Husainiyah, bersama pakar Alquran dari Yordania, Mesir, Suriah, dan sejumlah negara Islam lainnya.

BACA JUGA:Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 2026

Forum ini membahas aspek teknis dan ilmiah mushaf Alquran, termasuk rasm mushaf, qirā’āt, ḍabṭ, tanda waqaf, serta standar akademik penerbitan mushaf yang sahih. “Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Indonesia dalam penguatan kerja sama keagamaan internasional,” ujar Muchlis melalui keterangan persnya, Selasa (3/2/2026). 

Muchlis, doktor lulusan Al-Azhar Mesir, sebelumnya menjabat Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama periode 2015–2022.

Ia juga aktif dalam berbagai forum global, termasuk sebagai anggota tim pentashih Mushaf al-Ummah di Turki yang melibatkan ulama dari 15 negara, serta Majelis ‘Ilmi Platform Sanad lil Ijāzah al-Qur’āniyyah di Qatar. 

BACA JUGA:Menghidupkan Malam dengan Salat Tahajud, Berikut Tata Cara dan Keutamaannya

Partisipasi Muchlis sejalan dengan kebijakan Menteri Agama dan arahan Presiden RI yang mendorong penguatan peran Indonesia di panggung dunia, khususnya dalam diplomasi keagamaan, moderasi beragama, dan kerja sama lintas negara Islam. 

 “Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan rujukan keilmuan dalam isu-isu Alquran dan keislaman kontemporer,” tegas Muchlis.

Ia menambahkan, diplomasi keagamaan Indonesia diarahkan untuk memperkuat nilai wasathiyah, dialog lintas mazhab, serta komitmen menjaga kemurnian mushaf Alquran. 

BACA JUGA:Belum Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Lalu, Simak Ini Batas Waktunya

Tags :
Kategori :

Terkait