Desa Bungur Jadi 'Hotel Bintang Lima' Bagi Burung Migran Asal China dan Rusia

Minggu 25-01-2026,14:15 WIB
Reporter : Alysia Devi Rahma Putri
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Fenomena alam luar biasa tengah terjadi di langit Tulungagung, Jawa Timur. Bukan kedatangan turis mancanegara dalam arti biasa, wilayah ini justru kedatangan ribuan "tamu" istimewa dari belahan bumi utara.

Ribuan burung migran asal Rusia dan Cina terlihat memadati kawasan persawahan, menciptakan pemandangan eksotis sekaligus menjadi laboratorium alam bagi para pemerhati lingkungan.

BACA JUGA:Parade Mi Nusantara di Begawan Plaza, Pengunjung Antusias Cicipi Ratusan Varian Mi

Migrasi besar-besaran ini bukanlah tanpa alasan. Saat ini, daratan Rusia dan China sedang dilanda musim dingin ekstrem yang membekukan sumber air dan menimbun cadangan makanan di bawah salju.

Kondisi yang mencekam tersebut memaksa kawanan burung ini melakukan perjalanan epik melintasi benua demi bertahan hidup. Hebatnya, tanpa bantuan teknologi manusia, burung-burung ini memiliki "GPS alami" dalam tubuhnya.

BACA JUGA:Mulai Tahun 2026, Cek Kesehatan Gratis Ditindaklanjuti Penanganan Medis Gratis

Mereka mampu terbang ribuan kilometer mengikuti jalur migrasi tetap yang sudah digunakan secara turun-temurun untuk mencapai daerah tropis yang hangat.

Kabupaten Tulungagung, tepatnya di persawahan Desa Bungur, menjadi salah satu titik persinggahan favorit bagi kawanan ini. Area persawahan yang subur menyediakan stok makanan melimpah ruah, mulai dari serangga hingga biota air kecil, yang menjadi energi penting bagi mereka setelah menempuh perjalanan jauh.

BACA JUGA: Flu Biasa dan Superflu, Apa Bedanya? Waspada Penyebaran di Musim Hujan

Berdasarkan pantauan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, setidaknya ada tujuh jenis burung yang berhasil teridentifikasi di lokasi ini, di antaranya adalah Trinil Semak, Trinil Pantai, hingga Layang-Layang Asia.

Kehadiran tamu-tamu bersayap ini pun tak disia-siakan untuk menjadi sarana edukasi. Tim BBKSDA Jatim bersama komunitas pecinta alam dan mahasiswa setempat rutin melakukan pemantauan di lapangan.

Mereka tidak hanya menghitung populasi, tetapi juga membedah perilaku unik burung-burung tersebut saat mencari makan di antara tanaman padi warga. Interaksi ini memberikan wawasan baru bagi para akademisi mengenai peran ekosistem lokal dalam mendukung kelestarian biodiversitas global.

BACA JUGA:Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Jalan Jakarta Kota Malang, Kabel Listrik dan Pagar Warga Tertimpa

Fenomena tahunan ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya alam Indonesia bagi keseimbangan ekologi dunia. Sebagai negara tropis yang subur, Indonesia berperan sebagai "rumah aman" yang menjamin kelangsungan hidup spesies dari berbagai belahan dunia selama musim dingin berlangsung.

Perlindungan terhadap kawasan persawahan dan lingkungan seperti di Desa Bungur pun menjadi harga mati, agar jalur migrasi kuno ini tetap terjaga dan ribuan burung tersebut bisa kembali pulang ke kampung halamannya saat musim dingin berakhir.

Kategori :