Prabowo Instruksikan Beli 100 Jembatan Bailey dari LN untuk Percepat Penanganan Bencana

Senin 29-12-2025,17:58 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Maruli memastikan ribuan prajurit TNI bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat korban bencana. Evaluasi kebutuhan di lapangan terus dilakukan, termasuk pengiriman kapal dan logistik ke daerah terdampak.

Kami bekerja siang malam. Anggota-anggota kita terus bergerak untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan secepatnya,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemerintah Cabut Izin Sawit dan Segel 5 Tambang Pascabencana Sumatera

Kecam Oknum Pencuri Baut-Baut Jembatan Bailey Biadab

Maruli juga  mengecam dan menyayangkan tindakan sabotase Jembatan Bailey Teupin Mane di Aceh. Maruli geram oknum pelaku diduga melepas dan mencuri baut-baut jembatan yang telah terpasang. 

Jembatan Bailey merupakan jembatan yang dibangun sementara oleh pemerintah untuk warga Aceh pasca bencana banjir bandang. Jembatan tersebut telah mulai digunakan oleh warga, relawan, dan pemerintah untuk menyalurkan bantuan sejak 18 Desember lalu. "Dua hari yang lalu, dibongkar baut-bautnya ya" ujar Maruli.

Maruli menyebut oknum pelaku yang membongkar baut-baut tersebut biadab karena membahayakan masyarakat setempat. Ia juga mengaku bahwa dirinya hingga tidak bisa tidur semalam karena memikirkan kondisi tersebut. "Masyarakat yang sedang bencana pun dikorbankan. Saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," sarkas Maruli.

BACA JUGA:Mendagri: Bantuan Beras UEA untuk Sumatera Utara Tak Dikembalikan, Disalurkan Lewat Muhammadiyah

Jembatan yang terletak di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen tersebut ditampilkan dalam konferensi pers tersebut. Maruli juga memperlihatkan baut-baut yang dilepas dari jembatan tersebut.  "Nanti kalau ada perlu fotonya, nanti saya kasih," jelasnya kepada wartawan media yang hadir dalam konferensi pers tersebut.

Maruli juga geram terhadap tindakan berbahaya tersebut yang dinilai dapat menggiring opini masyarakat terkait pengondisian yang dilakukan oleh pemerintah. "Membuat masyarakat mati bukan pengondisian namanya itu, itu biadab namanya," imbuhnya pada akhir pernyatannya.

Dalam situasi seperti ini, Maruli juga menekankan pada pentingnya pada pentingnya kekompakan memulihkan kondisi pasca bencana antara masyrakat, relawan, dan pemerintah.  "Kalau kita tidak kompak, ini akan membuat kita berat dalam bekerja," ujar Maruli. Dia berharap tidak adanya korban yang jatuh lagi di daerah bencana akibat baut-baut yang terlepas tersebut.

BACA JUGA:Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Akses Jalan Nasional Banda Aceh–Medan Pulih

Tags :
Kategori :

Terkait