Tentang Umrah Backpacker: Regulasi, Risiko, dan Tips Perjalanan Aman
Umrah mandiri atau backpacker. -lowcostumroh.co.id--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Umrah dengan cara backpacker belakangan mengundang penasaran bagi sebagian kalangan muslim. Yang sudah terbiasa bepergian secara backpacker ke luar negeri memilihnya karena waktunya fleksibel dan biayanya terjangkau. Namun bagi yang belum pernah merasa penasaran, seperti apa umrah backpaker?
Yang patut diperhatikan, melaksanakan umrah secara mandiri perlu persiapan yang baik, pemahaman mengenai aturan yang berlaku, serta kesadaran akan risiko yang mungkin dihadapi.
Aturan Resmi Terkait Umrah
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, jamaah dari Indonesia diwajibkan melaksanakan ibadah umrah melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah memperoleh izin resmi dari Kementerian Agama. Aturan itu dirancang untuk melindungi jamaah dari kemungkinan penipuan dan masalah administratif.
Jamaah yang tidak mematuhi ketentuan akan berisiko kehilangan perlindungan hukum atau mengalami penolakan terhadap visa umrah mereka.
Meskipun umrah backpacker memberikan otonomi lebih bagi jamaah, sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah administrasi dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu cara yang aman adalah menggunakan aplikasi Nusuk untuk pengurusan visa resmi.
Risiko dan Tantangan Umrah Backpacker
Penipuan Visa:
Visa umrah hanya dapat diurus melalui sistem resmi pemerintah Arab Saudi. Banyak jamaah menjadi korban penipuan ketika menggunakan layanan tidak resmi. Tanpa visa yang sah, jamaah berisiko mengalami deportasi.
Kehilangan Hak Konsumen:
Jamaah yang tidak melalui PPIU berpotensi kehilangan akomodasi atau transportasi tanpa adanya ganti rugi. Hal ini sering terjadi ketika jadwal berubah atau layanan dibatalkan.
Kesulitan Administratif:
Jika mengalami masalah seperti kehilangan paspor atau masa tinggal melebihi batas, jamaah harus menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan resmi. Hal ini bisa sangat menyulitkan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan prosedur luar negeri.
Ketidakpastian Biaya:
Walaupun umrah backpacker dianggap lebih terjangkau, terdapat potensi biaya tambahan yang tidak terduga, seperti denda akibat overstay atau kenaikan harga tiket.
Tips Melaksanakan Umrah Backpacker dengan Aman
1. Persiapan Dokumen
- Ajukan visa melalui aplikasi Nusuk dari pemerintah Arab Saudi.
- Pastikan masa berlaku paspor minimal enam bulan.
- Simpan salinan dokumen penting sebagai cadangan.
2. Transportasi dan Akomodasi
- Bandingkan harga tiket pesawat untuk mendapatkan tarif terbaik.
- Pilih maskapai yang tepercaya dengan penerbangan langsung atau waktu transit singkat.
- Pilih akomodasi yang dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi untuk memudahkan akses.
- Periksa ulasan tamu sebelumnya untuk memastikan kenyamanan dan kesesuaian dengan anggaran.
3. Kesehatan dan Keamanan
- Lakukan vaksinasi meningitis sesuai ketentuan sebelum berangkat.
- Bawa obat-obatan pribadi yang diperlukan.
- Ketahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat di Mekkah dan Madinah.
4. Pengetahuan Lokal
- Pelajari budaya dan hukum setempat agar tidak melakukan pelanggaran, seperti aturan berpakaian atau barang terlarang.
- Kuasai bahasa Arab dasar untuk komunikasi sederhana.
5. Manajemen Waktu
- Buat rencana kegiatan harian agar waktu ibadah optimal.
- Ketahui waktu salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
- Sisihkan waktu istirahat agar tubuh tetap bugar.
- Keuntungan dan Tantangan Umrah Backpacker
Umrah backpacker memberikan kesempatan bagi jamaah untuk merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan masing-masing. Fleksibilitas ini bermanfaat bagi mereka yang memiliki jadwal padat atau ingin menjelajahi tempat-tempat baru di Mekkah dan Madinah.
Selain itu, biaya perjalanan umumnya lebih terjangkau dibandingkan paket umrah reguler.
Sumber:
