1 tahun disway

Nisfu Sya’ban, Malam Ampunan dan Dikabulkannya Doa Umat Islam

Nisfu Sya’ban, Malam Ampunan dan Dikabulkannya Doa Umat Islam

--

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID—Umat Islam di berbagai daerah memperingati Malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban yang jatuh pada tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriah atau Senin malam, 2 Februari 2026, setelah waktu Maghrib. 

Nisfu Sya'ban diyakini memiliki keutamaan besar sebagai malam ampunan, malam ijabah doa, serta malam penetapan nasib, seperti dijelaskan dalam berbagai riwayat hadis dan pendapat para ulama.

BACA JUGA:Tembus Rp48 Juta! Harga Galaxy Z TriFold, Jadi Smartphone Termahal Samsung

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah Swt memandang seluruh hamba-Nya dan mengampuni mereka, kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang menyimpan dendam.

Hadis ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan sesama manusia, serta membersihkan hati dari kebencian.

Selain dikenal sebagai malam ampunan, Nisfu Sya’ban juga disebut sebagai malam dikabulkannya doa. Imam Syafi’i rahimahullah menyampaikan bahwa beliau mendengar keterangan tentang lima malam di mana doa tidak tertolak oleh Allah SWT, yaitu malam 1 Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan malam Jumat.

BACA JUGA:9 HP 2 Jutaan All-Rounder Terbaik Awal 2026: Spek Gahar, Harga Masih Masuk Akal

Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan malam ini untuk berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan shalat sunnah.

Keutamaan lainnya dari Nisfu Sya’ban adalah sebagai malam penetapan nasib. Hal ini dikaitkan dengan firman Allah Swt dalam Surah Ar-Ra’d ayat 39 yang menyebutkan bahwa Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Lauhul Mahfudz.

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa ayat tersebut dibacakan Nabi Muhammad ﷺ dalam konteks malam Nisfu Sya’ban, yang dipahami sebagai momentum penetapan takdir manusia dengan tetap berada dalam kehendak mutlak Allah Swt.

BACA JUGA:Pemkot Malang Pastikan Pembangunan Permanen Jembatan Sonokembang Dimulai Februari 2026

Di berbagai masjid dan musala, peringatan Nisfu Sya’ban biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti istighotsah, yasinan, doa bersama, serta tausiyah. Para ulama mengingatkan agar amalan-amalan tersebut dilakukan dengan niat ikhlas, tidak berlebihan, dan tetap berlandaskan ajaran Islam yang lurus.

Peringatan Nisfu Sya’ban diharapkan menjadi sarana introspeksi diri bagi umat Islam menjelang bulan suci Ramadan. Agar memasuki bulan penuh ibadah tersebut dengan hati yang bersih, penuh keimanan, dan kesiapan spiritual yang lebih baik. 

Sumber: instagram ustadzah halimah alaydrus