Belum Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Lalu, Simak Ini Batas Waktunya
Menjelang Ramadhan Februari 2026, umat Islam diingatkan batas waktu membayar utang puasa qadha yang ditinggalkan karena uzur, agar kewajiban terselesaikan sebelum bulan suci tiba.-Kiki Stock-pinterest--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Belum bayar utang puasa tahun lalu? Segera lakukan karena waktunya kian mendekati bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan akan jatuh pada 18 Februari 2026. Bagaimana jika akhirnya utang puasa tahun lalu tak terbayar sampai jatuh bula Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah?
Anda sudah tahu, setiap muslim yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i boleh meninggalkan puasa Ramadan dan menggantinya di luar bulan Ramadan. Uzur syar’i yang dimaksud antara lain sakit, bepergian jauh, hamil, menyusui, atau kondisi lain yang dibenarkan secara agama. Mengenai hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184.
BACA JUGA:Pendeta Usia 77 Tahun Asal NTB Bersyahadat di Masjid Al Akbar Surabaya
Batas Waktu Qadha Puasa
Para ulama sepakat bahwa qadha puasa wajib diselesaikan sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan 1446 Hijriah, batas waktu pelaksanaannya adalah sebelum terbenam matahari pada hari terakhir bulan Sya'ban 1447 H, atau sebelum memasuki Ramadan pada 18 Februari 2026.
Apabila seseorang menunda qadha puasa hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur yang dibenarkan, maka ia tetap wajib mengganti puasa tersebut setelah Ramadan berakhir.
Menurut sebagian pendapat ulama, hal seperti itu akan dikenai kewajiban membayar fidyah. fidyah ini berupa memberi makan fakir miskin sebanyak satu mud untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
BACA JUGA:Tips Khatam Alquran dalam 1 Bulan, Persiapan Jelang Ramadan 2026
Perbedaan Pendapat Ulama
Terkait kewajiban fidyah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mazhab Syafi’i dan Hanbali berpendapat bahwa orang yang menunda qadha puasa tanpa alasan syar’i hingga datang Ramadan berikutnya wajib membayar fidyah selain mengqadha puasanya. Menurut Mazhab Hanafi, kewajiban tersebut hanya qadha tanpa fidyah.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan keluasan khazanah fiqh Islam. Para ulama sepakat bahwa menyegerakan qadha puasa adalah sikap yang lebih utama (afdal) agar tidak menumpuk kewajiban dan terhindar dari kelalaian.
BACA JUGA:99 Persen Jemaah Indonesia Pilih Haji Tamattu, Petugas Haji Harus Paham dan Siap
Anjuran Menyegerakan Qadha

Dianjurkan menyegerakan qadha puasa bagi yang berhalangan, agar kewajiban segera ditunaikan.-ExploreEnvy-pinterest--
Menunaikan qadha puasa sebelum Ramadan tidak hanya bernilai sebagai pelunasan kewajiban. Tetapi juga menjadi bentuk persiapan spiritual menyambut bulan suci. Dengan menyelesaikan utang puasa lebih awal, seorang Muslim dapat memasuki Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan fokus meningkatkan kualitas ibadah.
Qadha puasa dapat dilakukan kapan saja di luar hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, dan hari-hari tasyrik. Puasa qadha juga boleh dikerjakan secara terpisah atau berturut-turut, sesuai kemampuan masing-masing individu.
Sumber: harian.disway.id
