Fenomena Tepuk Sakinah: Tradisi Baru di KUA yang Jadi Simbol Kehangatan Calon Pengantin
Ilustrasi menikah--iStockphoto
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Suasana di salah satu Kantor Urusan Agama (KUA) di Jakarta mendadak berbeda.
Tawa, tepuk tangan, dan sorak penuh semangat terdengar menyatu dari puluhan calon pengantin yang berkumpul.
Mereka tidak sedang mengucapkan akad, melainkan ikut dalam sebuah ritual sederhana namun penuh makna yang kini viral di media sosial yakni Tepuk Sakinah.
Video yang diunggah oleh akun resmi @kemenag_jakpus memperlihatkan 35 calon pengantin mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Staf KUA memimpin mereka, membimbing setiap langkah tepukan, lalu diikuti bersama-sama oleh pasangan yang hadir.
Kehangatan itu bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari program Optimalisasi Pelaksanaan Layanan Keluarga Sakinah.
Apa Itu Tepuk Sakinah?
Tepuk Sakinah adalah yel-yel penyemangat yang diciptakan untuk calon pengantin dalam sesi bimbingan pranikah.
Staf KUA biasanya menggunakannya sebagai ice breaking, cara untuk mencairkan suasana agar kelas bimbingan tidak kaku dan lebih menyenangkan.
Namun maknanya lebih dalam dari sekadar permainan. Tepuk Sakinah menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan calon pasangan yang sebentar lagi akan memulai perjalanan rumah tangga.
Ketika para calon pengantin bertepuk tangan bersama-sama, mereka seolah diingatkan bahwa pernikahan adalah kerja sama, ritme, dan semangat yang harus dijaga berdua.
Lima Pilar Keluarga Sakinah
Tepuk Sakinah juga erat kaitannya dengan lima pilar keluarga sakinah yang diajarkan dalam bimbingan perkawinan.
Menurut KUA Menteng, pilar itu mencakup:
- Zawaj (berpasangan)
- Mitsaqan Ghalizan (janji yang kuat)
- Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling mencintai, menghormati, menjaga, dan berbuat baik)
- Musyawarah
- Taradhin (saling ridho)
Nilai-nilai inilah yang dituangkan dalam lirik Tepuk Sakinah sehingga mudah diingat, ringan diucapkan, namun tetap sarat pesan mendalam.
Lirik Tepuk Sakinah
Sumber: akun resmi @kemenag_jakpus
