1 tahun disway

Kru dan Pemain “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” Gelar Gala Dinner di Pendapa Kabupaten Malang

Kru dan Pemain “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” Gelar Gala Dinner di Pendapa Kabupaten Malang

Bupati Malang (tengah) Bersama Pemain Film Sekawan Limo--

KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID –Ada acara istimewa di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu malam (21/9). Produser, sutradara dan pemain dan kru film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih mengadakan gala dinner di sana.

Gala dinner ini digelar, sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi atas selesainya produksi sekuel ke-2 film Sekawan Limo. Jika pada sekuel pertama film ber-genre horor komedi ini, lokasi syuting di Trenggalek, Jawa Timur, pada sekuel kedua ini lebih ditonjolkan nuansa Malang-nya. Termasuk pelibatan pemain dan kru dari Malang.

Acara tersebut turut dihadiri Line Producer Rini Armodjo, sutradara sekaligus aktor utama Bayu Skak. Bupati Malang HM Sanusi juga hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah, serta camat Ngajum dan Wonosari. 


Bayu Skak (kiri) menyaksikan Bupati Malang sedang menyambut prosuser Sekawan Limo dengan kalungan selendang--

Wujud Pertumbuhan Industri Kreatif

Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam produksi film. Dia menyebut, kehadiran film ini adalah kebanggaan bagi kita semua, karena selain sebagai hiburan, juga mendorong promosi daerah dan pertumbuhan ekonomi kreatif. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran pemain dan kru Sekawan Limo 2: Gunung Klawih,” ujarnya.

Sanusi menambahkan, film yang digarap dengan sentuhan anak muda Malang memiliki nilai lebih karena mampu memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada publik luas. 

“Saya mengapresiasi khususnya kepada Bayu Skak, sutradara sekaligus aktor yang berpengaruh dalam industri film Indonesia. Karya seperti ini menjadi bukti nyata bahwa Malang mampu melahirkan talenta besar,” tambahnya.

Kehadiran film ini, lanjut Bupati, tidak hanya ditunggu penikmat film, tetapi juga memberi harapan terhadap geliat ekonomi kreatif lokal. 

“Film seperti ini memberi multiplier effect, tidak hanya di bidang hiburan, tetapi juga bagi UMKM, pariwisata, hingga kebanggaan masyarakat. Malang harus terus mendukung karya anak daerah agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Bupati Sanusi.

Sentuhan Lokal Jawa Timur

Film Sekawan Limo pertama kali dirilis pada Juli 2024 dan langsung mencuri perhatian publik karena menggabungkan genre horor dan komedi dengan sentuhan lokal Jawa Timur. Cerita mengikuti lima sahabat yang mendaki Gunung Madyopuro. Mereka mendapat peringatan aneh dari penjaga pos: jumlah pendaki harus genap dan dilarang menoleh ke belakang. Saat perjalanan berlanjut, teror mistis mulai terjadi, hingga muncul kecurigaan bahwa salah satu dari mereka bukan manusia.

Nuansa horor bercampur dengan humor khas Bayu Skak menjadikan film ini dekat dengan generasi muda sekaligus tetap relevan bagi penonton umum. Keberhasilan film pertama membuka jalan bagi produksi sekuel berjudul Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.

Meski detail cerita film terbaru ini belum sepenuhnya diungkap, Gunung Klawih disebut menghadirkan latar baru yang lebih mencekam, dengan cerita yang masih berpadu horor dan komedi. Melanjutkan kesuksesan sebelumnya, film ini kembali digarap Bayu Skak dengan menghadirkan kru dan pemain yang sebagian besar berasal dari Malang dan sekitarnya. (*)

Sumber: