1 tahun disway

Wisuda Institut Injil Indonesia di Kota Batu Dihadiri Dirjen Bimas Kristen dan Wali Kota Batu

Wisuda Institut Injil Indonesia di Kota Batu Dihadiri Dirjen Bimas Kristen dan Wali Kota Batu

Wisuda Institut Injil Indonesia, Sabtu (23/8)--Prokopim Setda Kota Batu

KOTA BATU, DISWAYMALANG.ID-- Sabtu (23/8) menjadi hari penuh sukacita di Kota Batu. Ratusan mahasiswa Institut Injil Indonesia (III) resmi diwisuda pada Program Sarjana dan Magister, dengan suasana meriah yang digelar di Balai Persekutuan Bukit Zaitun YPPII.

Aula besar itu dipenuhi wajah-wajah penuh harapan yaitu para wisudawan dan wisudawati dengan toga kebanggaan, orang tua yang hadir dengan senyum bercampur haru, serta civitas akademika yang mendampingi prosesi hingga akhir.

Wisuda kali ini mengusung tema “Membangun Generasi Emas”, sebuah refleksi atas misi pendidikan Kristen yang tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga menanamkan moralitas, spiritualitas, dan integritas.

Acara semakin khidmat dengan kehadiran tokoh penting, antara lain Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Jeane Marie Tulung, jajaran pengurus YPPII, dan Wali Kota Batu, Nurochman.

Kehadiran para tokoh ini memberi makna lebih: pendidikan adalah urusan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Kristen RI, Jeane Marie Tulung, menegaskan bahwa pendidikan Kristen harus menjadi kekuatan moral bangsa.

“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal bagi para lulusan untuk menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat. Pendidikan Kristen tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi juga pada kemampuan membentuk pribadi bermartabat dan berintegritas,” ungkapnya penuh semangat.

BACA JUGA:Ribuan Warga Ramaikan HUT ke-30 BKSG di Sekolah Immanuel dengan Senam, Jalan Sehat, dan Bazar UMKM

Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, memberikan apresiasi khusus kepada Institut Injil Indonesia yang telah melahirkan generasi baru dengan karya dan pemikiran bermakna.

Ia menyoroti beberapa hasil kajian mahasiswa, yang banyak membahas isu penting bangsa. Seperti menurunnya moralitas, kesenjangan ekonomi, hingga tantangan kemiskinan.

“Ini bukan sekadar hasil akademik, tetapi refleksi nyata tentang tantangan yang kita hadapi bersama. Di sinilah pentingnya pendidikan untuk menjaga jati diri bangsa agar tetap kuat di tengah perubahan sosial yang dinamis,” ujar Nurochman.

Momen wisuda menjadi semakin berkesan ketika Wali Kota juga menekankan pentingnya moderasi beragama.

Menurutnya, pemimpin rohani tidak hanya hadir di mimba. Tetapi juga di ruang publik untuk menumbuhkan toleransi, kasih sayang, serta memperkuat spiritualitas masyarakat.

Pemerintah Kota Batu melalui visi Mbatu Sae membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi para lulusan untuk bersinergi membangun bangsa.

Sumber: prokopim setda kota batu